Kamis, 7 Mei 2026

Idul Adha 2026

Jadwal Sidang Isbat Penentuan Idul Adha 2026/1447 H, Digelar 17 Mei

Jadwal Sidang Isbat penetapan Hari Raya Idul Adha 2026 atau 1447 Hijriah telah ditetapkan.

Tayang:
Editor: Lisna Ali
handover
IDUL ADHA 2026 - Ilustrasi Idul Adha. Jadwal Sidang Isbat penetapan Hari Raya Idul Adha 2026 atau 1447 Hijriah telah ditetapkan. 

TRIBUNPALU.COM - Jadwal Sidang Isbat penetapan Hari Raya Idul Adha 2026 atau 1447 Hijriah telah ditetapkan.

Sidang isbat tersebut dijadwalkan akan berlangsung pada Minggu, 17 Mei 2026, bertempat di Auditorium H.M. Rasjidi, Jakarta.

Melalui sidang ini, pemerintah akan secara resmi mengumumkan kapan umat Islam di Indonesia dapat merayakan Idul Adha atau hari raya kurban tahun ini.

Penetapan tersebut didasarkan pada hasil musyawarah yang melibatkan berbagai unsur, mulai dari kementerian terkait hingga pakar astronomi.

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag, Abu Rokhmad, menyatakan bahwa sidang ini menjadi wadah koordinasi antar-ormas Islam.

“Sidang isbat merupakan forum musyawarah yang mempertemukan pemerintah, ormas Islam, serta para ahli falak dan astronomi dalam menetapkan awal bulan Hijriah,” ujar Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Abu Rokhmad saat memimpin rapat persiapan sidang isbat di Jakarta, Selasa (5/5/2026), dilansir dari laman Kemenag.

Langkah ini diambil untuk menjaga kebersamaan dalam pelaksanaan ibadah melalui integrasi metode keilmuan dan pengamatan lapangan.

Baca juga: Pemkab Buol Targetkan Sholat Idul Adha Serentak Aman dan Tertib di Seluruh Kecamatan

Metode hisab dan rukyat

Kemenag akan menggabungkan hasil perhitungan astronomi (hisab) dengan pemantauan hilal secara langsung (rukyat) di sejumlah titik di Indonesia.

Abu menjelaskan bahwa penggunaan kedua metode tersebut dilakukan agar hasil penetapan memiliki tingkat akurasi yang tinggi secara saintifik.

Data hisab akan dijadikan referensi awal mengenai posisi hilal, sementara rukyat menjadi konfirmasi faktual atas posisi tersebut.

“Pendekatan ini memastikan keputusan yang diambil tidak hanya berbasis data ilmiah, tetapi juga terkonfirmasi melalui pengamatan lapangan,” jelasnya.

Rapat persiapan sendiri telah dilakukan dengan melibatkan jajaran internal Kemenag serta perwakilan dari lembaga mitra strategis.

Masyarakat diharapkan menunggu hasil pengumuman Sidang Isbat tersebut sebagai rujukan dalam melaksanakan rangkaian ibadah di bulan Zulhijah.

Baca juga: 84 Calon Jemaah Haji Buol Dilepas Resmi dari Masjid Agung, Wabup Pastikan Layanan Optimal

Diawali seminar posisi hilal

Rangkaian sidang isbat awal Zulhijah akan diawali dengan seminar posisi hilal.

Seminar tersebut akan memaparkan data astronomi dari Tim Hisab Rukyat Kementerian Agama.

Kemenag akan menyiarkan seminar posisi hilal secara terbuka sebagai bentuk transparansi informasi kepada publik.

Setelah seminar, panitia akan menerima laporan hasil rukyatul hilal dari berbagai lokasi pengamatan.

Lokasi pengamatan hilal tersebar dari wilayah barat hingga timur Indonesia.

“Selanjutnya, Menteri Agama akan memimpin sidang dengan mendengarkan pertimbangan para peserta sebelum menetapkan awal Zulhijah secara resmi,” ujarnya.

Baca juga: MUI Minta Umat Islam Tunggu Sidang Isbat 19 Maret 2026, Hilal Diprediksi Sulit Terlihat

Hilal diprediksi memenuhi kriteria MABIMS

Berdasarkan data awal yang dipaparkan dalam rapat persiapan, posisi hilal pada 29 Zulkaidah 1447 H secara hisab telah memenuhi kriteria visibilitas hilal MABIMS.

Abu mengatakan, hasil perhitungan menunjukkan tinggi hilal berada di atas 3 derajat.

Adapun elongasi hilal diperkirakan berada di atas 6,4 derajat.

“Perhitungan menunjukkan tinggi hilal berada di atas 3 derajat dan elongasi di atas 6,4 derajat, sehingga secara teori telah memenuhi kriteria imkan rukyat,” ungkapnya.

Meski demikian, Abu menegaskan bahwa data tersebut masih bersifat prediktif.

Data hisab awal belum menjadi dasar penetapan resmi awal Zulhijah 1447 H.

“Penetapan awal Zulhijah tetap menunggu hasil rukyat dan keputusan sidang isbat sebagai otoritas resmi pemerintah,” tegasnya.(*)

Artikel telah tayang di Kompas.com

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved