Rabu, 27 Mei 2026

Hotman Paris Meradang, Desak Menteri HAM Natalius Pigai Mundur, Ini Alasannya

Pengacara kondang Hotman Paris Hutapea membeberkan alasannya mendesak Presiden Prabowo Subianto agar segera mencopot Natalius Pigai

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Lisna Ali
kolase Tribunnews/ist
COPOT MENTERI HAM - Pengacara kondang Hotman Paris Hutapea membeberkan alasannya mendesak Presiden Prabowo Subianto agar segera mencopot Natalius Pigai 

Ia menegaskan, keluhan yang disuarakannya bukan tanpa dasar.

Hotman membandingkan kinerja kementerian tersebut dengan realitas ribuan kasus pelanggaran HAM berat di berbagai daerah yang dinilainya luput dari perhatian pemerintah.

"Ribuan pelanggaran kasus Hak Asasi Manusia (HAM) yang sangat berat. Coba tanya, siapa nama Menteri HAM itu, apa yang sudah ia perbuat? Omongannya tidak pernah bermutu di media sosial, itu melukai hati rakyat," cetusnya ketus.

Menurut Hotman, pembubaran Kementerian HAM merupakan langkah rasional karena fungsi pengawasan dan penanganan Hak Asasi Manusia sebenarnya sudah diakomodasi oleh banyak lembaga negara lain yang sudah ada sebelumnya.

"Kan menyangkut hak asasi sudah banyak lembaga lain yang juga menangani, banyak lembaga lain. Lembaga ini, lembaga ini, pusing saya melihatnya, kebanyakan. Ya, sekali lagi copot Menteri HAM! Saya pribadi tidak setuju sebagai warga pembayar pajak. Jangan pakai uang rakyat membiayai menteri dengan kualitas seperti itu," tambahnya lagi.

Baca juga: Beasiswa Kalla 2026 Resmi Dibuka, Komitmen Dukung Generasi Muda Berdaya

Bandingkan dengan Tim Hotman 911

Guna membuktikan kritiknya, Hotman Paris membeberkan bahwa penanganan kasus-kasus yang menyentuh hak dasar rakyat kecil justru lebih banyak diselesaikan oleh tim hukum swasta miliknya, Hotman 911, tanpa menggunakan fasilitas negara.

Ia mencontohkan langkah konkret hari ini, di mana dirinya menerjunkan sebanyak 10 personel kuasa hukum ke Mataram, Lombok.

Tim tersebut diutus khusus untuk memberikan pendampingan hukum cuma-cuma bagi seorang pemuda dari keluarga kurang mampu yang tersandung kasus dugaan pembunuhan berencana terhadap kekasihnya.

Hotman menilai tuduhan itu janggal karena murni didasarkan pada asumsi tanpa didukung fakta dan saksi yang kuat.

"Hari ini, 10 tim pengacara saya kirim ke Mataram, Lombok untuk membela pemuda miskin yang dituduh membunuh pacarnya tanpa ada saksi, fakta. Semua adalah khayalan," tutur Hotman.

Selain itu, ia juga mengirimkan tim pengacara ke daerah lain untuk mengawal kasus pencabulan yang diduga dilakukan oleh oknum kiai pimpinan pondok pesantren.

Di akhir videonya, Hotman Paris menegaskan bahwa kritik tajam ini ia sampaikan murni sebagai aspirasi warga negara pembayar pajak, bukan karena ingin mencari panggung politik di hadapan Presiden Prabowo Subianto.

Ia pun secara langsung meminta sang menteri untuk legawa meletakkan jabatannya secara terhormat.

"Lembaganya, Kementerian HAM bubarkan! Belum ada prestasi apa pun, dari awal minta anggaran besar, anggaran besar, anggaran besar. Hei, halo Pak Menteri, tahu diri dong. Kau mundur deh, tidak ada prestasimu. Mundur kau! Ya, hei Menteri HAM, mundur kau!" tegas Hotman menutup pernyataannya.(*)

(Bangkapos.com/TribunTrends.comTribun-Medan.com)

Update informasi TribunPalu lainnya di Instagram

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved