Kamis, 9 April 2026

Palu Hari Ini

Revitalisasi, Pekerja Mulai Dirikan Pagar Seng di Taman GOR Palu

Revitalisasi Taman GOR tidak hanya akan memperindah kawasan, tapi juga akan memperkuat nilai-nilai kebangsaan.

Penulis: Ismet Togean 20 | Editor: mahyuddin
ISMET/TRIBUNPALU.COM
RENOVASI TAMAN GOR - Pagar seng mulai menutup Taman GOR Palu, Jl Moh Hatta, Kelurahan Besusu Tengah, Kecamatan Palu Timur, Kota Palu, Sulawesi Tengah, Senin (25/8/2025). 

Laporan Wartawan Tribunpalu.com, Ismet

TRIBUNPALU.COM, PALU - Pagar seng mulai menutup Taman GOR Palu, Jl Moh Hatta, Kelurahan Besusu Tengah, Kecamatan Palu Timur, Kota Palu, Sulawesi Tengah, Senin (25/8/2025).

Pantauan TribunPalu.com, sejumlah pekerja membuat rangka untuk pagar seng di Taman GOR Palu.

Bahkan, beberapa pagar seng berwarna biru muali menutupi bagian Taman GOR Palu di Jl Chairil Anwar.

Penutupan Taman GOR Palu itu merupakan bagian dari rencana revitaslisasi tahun ini. 

Revitalisasi Taman GOR tidak hanya akan memperindah kawasan, tapi juga akan memperkuat nilai-nilai kebangsaan.

Baca juga: Lorong Sejarah dan Lorong Merah Putih Siap Dibangun, Hadirkan Nuansa Kebangsaan di Taman Gor Palu

Revitalisasi taman kota itu tetap mempertahankan Patung Bung Karno lengkap dengan pembangunan Lorong Sejarah dan Lorong Merah Putih di sekitarnya sebagai simbol perjalana bangsa.

Selain itu, Pemerintah Kota Palu juga menyiapkan berbagai fasilitas modern seperti amphitheater, lapangan olahraga, area skateboard, playground anak, outdoor fitness, lapangan basket, hingga foodcourt dan area pertunjukan seni.

Proyek revitalisasi itu menelan anggaran APBD Rp 5 miliar itu berlangsung selama 135 hari kalender, dengan masa pemeliharaan 180 hari kalender untuk tahap awal.

Sejarah Taman Gor Palu

Taman GOR Palu memiliki sejarah yang erat kaitannya dengan kunjungan tokoh paling berpengaruh dalam sejarah Indonesia, yaitu Presiden pertama RI, Ir Soekarno.

Kunjungan Soekarno (1957) 2 Oktober 1957 ke Kota Palu guna mengadakan pertemuan akbar dengan masyarakat setempat di lokasi yang sekarang menjadi Taman GOR Palu.

Dalam pidatonya, Soekarno menyebut Palu sebagai "rangkaian mutiara di khatulistiwa" karena keindahan alamnya yang lengkap, mulai dari lembah, teluk, gunung, hingga sungai, serta masyarakatnya yang menjunjung tinggi toleransi dan kegotong-royongan.

Baca juga: Ratusan Pelajar Bakal Meriahkan Puncak KPID Sulteng Fest 2024 di Taman Gor Kota Palu

Pada tahun 2017, Pemerintah Kota Palu merenovasi Taman GOR Palu.

Puncaknya, pada tahun 2020, didirikan sebuah monumen bersejarah, yaitu Monumen Mutiara Bangsa berupa patung Ir Soekarno. 

Monumen itu diresmikan secara virtual oleh Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Megawati Soekarnoputri.

Monumen itu tidak hanya sebagai simbol penghormatan, tetapi juga sebagai pengingat akan sejarah dan julukan "mutiara" yang diberikan oleh Soekarno untuk Kota Palu.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved