Palu Hari Ini

Tradisi Pohon Telur Meriahkan Perayaan Maulid Nabi di Pasar Masomba

Pantauan TribunPalu.com, puluhan pohon telur dengan hiasan berwarna-warni berjejer di depan kios pedagang. 

|
Penulis: Zulfadli | Editor: Regina Goldie
ZULFADLI/TRIBUNPALU.COM
Suasana Pasar Masomba, Kelurahan Tatura Utara, Kecamatan Palu Selatan, tampak semarak saat peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah, Senin (8/9/2025). 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Zulfadli

TRIBUNPALU.COM, PALU – Suasana Pasar Masomba, Kelurahan Tatura Utara, Kecamatan Palu Selatan, tampak semarak saat peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah, Senin (8/9/2025).

Pantauan TribunPalu.com, puluhan pohon telur dengan hiasan berwarna-warni berjejer di depan kios pedagang. 

Tidak hanya dihiasi telur rebus, pohon-pohon tersebut juga dipenuhi uang pecahan Rp2 ribu hingga Rp5 ribu, serta perlengkapan rumah tangga seperti gayung, baskom, dan bakul nasi.

Ketua RW Pasar Masomba, Muslimin, menyebut perayaan Maulid Nabi di pasar merupakan tradisi tahunan pedagang.

“Perayaan ini kami gelar sebagai bentuk persatuan pedagang Pasar Masomba setiap tahun. Semua murni swadaya pedagang. Mungkin ada 1.000 butir telur yang digunakan dari puluhan pohon ini,” ungkap Muslimin.

Baca juga: Ini Jadwal SIM Keliling Polres Banggai selama Sepekan, Cek Lokasinya

Selain sebagai simbol tradisi adat, Muslimin menyebutkan bahwa perayaan ini juga menjadi ajang hiburan. 

"Tradisi pohon telur ini tidak hanya menjadi simbol perayaan Maulid Nabi, tetapi juga menjadi ajang hiburan dan kebersamaan bagi para pedagang serta masyarakat yang beraktivitas di Pasar Masomba," tuturnya. 

Sementara itu, salah seorang pedagang, Aswin, mengatakan bahwa setiap pohon telur biasanya dihiasi 40 hingga 45 butir telur.

“Setiap tahun memang rutin kami buat. Siang nanti kita barasanji dulu sebagai ucapan syukur. Setelah barasanji, isi pohon telur ini direbutkan sebagai berkat,” ujarnya.

Apa itu Tradisi Pohon Telur?

Pohon telur adalah rangkaian telur rebus yang dihias dan disusun secara vertikal menyerupai pohon. Telur-telur ini biasanya ditusuk dengan bambu atau kayu, lalu dihiasi dengan kertas warna-warni, janur, atau bunga plastik, dan ditancapkan pada batang atau struktur menyerupai batang pohon. Ada pula yang menambahkan makanan ringan, permen, dan mainan anak-anak.

Pohon telur ini kemudian dibawa ke masjid atau tempat perayaan Maulid Nabi dalam bentuk arak-arakan, dan menjadi bagian dari sedekah atau simbol syukur masyarakat atas kelahiran Nabi Muhammad SAW.

Makna Simbolis

Telur dalam tradisi ini dianggap melambangkan awal kehidupan, kesuburan, dan kesatuan umat. Telur juga relatif murah dan mudah didapat, sehingga bisa dikumpulkan oleh masyarakat dari berbagai lapisan tanpa memberatkan.

Pohon telur mencerminkan semangat gotong royong, di mana masyarakat secara kolektif menyumbang telur, menghias bersama, dan kemudian membagikannya kembali kepada anak-anak atau jamaah setelah acara berlangsung. Hal ini mempererat hubungan sosial antarwarga. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved