Palu Hari Ini
Cuaca Ekstrem dan Minim Pasokan Picu Kenaikan Harga Cabai di Kota Palu
Cuaca ekstrem dan berkurangnya pasokan hasil panen disebut menjadi salah satu penyebab kenaikan harga cabai dan tomat di Kota Palu
TRIBUNPALU.COM - Cuaca ekstrem dan berkurangnya pasokan hasil panen disebut menjadi salah satu penyebab kenaikan harga cabai dan tomat di Kota Palu menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah.
Hal itu disampaikan petani hortikultura di Kelurahan Tawanjuka, Kecamatan Tatanga, Kota Palu.
Petani cabai, Sutejo, mengatakan perubahan cuaca dalam beberapa waktu terakhir memengaruhi pertumbuhan tanaman hortikultura, khususnya cabai dan tomat.
“Kalau saya lihat dari kemarin cuacanya agak ekstrem, mungkin itu salah satu penyebab harga sekarang naik,” ujar Sutejo, Minggu (24/5/2026) pagi, saat ditemui dilahan garapannya.
Ia menilai musim panas akibat El Nino membuat sebagian tanaman mengalami gangguan pertumbuhan, terutama pada masa awal tanam.
Menurut dia, kondisi tersebut menyebabkan banyak tanaman mati sehingga petani harus melakukan penyulaman ulang.
“Salah satu kendala di petani memang cuaca, apalagi kalau pindah tanam itu cuacanya sangat panas kayak El Nino kemarin, banyak juga yang mati, disulam, pertumbuhannya juga lambat,” katanya.
Selain faktor cuaca, meningkatnya kebutuhan masyarakat menjelang Idul Adha juga dinilai ikut memengaruhi kenaikan harga komoditas hortikultura.
“Karena mungkin Idul Adha juga itu salah satu penyebabnya,” jelasnya.
Saat ini, harga cabai di tingkat petani mulai mengalami kenaikan.
Untuk cabai keriting, harga pengambilan oleh pedagang berada di kisaran Rp28 ribu hingga Rp29 ribu per kilogram.
“Teman-teman yang sudah panen itu di petani pengambilan dari pedagang main Rp28 ribu sampai Rp29 ribu per kilogram jenis cabai keriting,” ujarnya.
Sementara harga cabai rawit berada di atas Rp50 ribu per kilogram dan cabai rawit hijau di kisaran Rp40 ribu per kilogram.
Baca juga: Bupati Morowali Instruksikan Bantuan Alat Tangkap Nelayan Tepat Sasaran
Menurut Sutejo, kenaikan harga komoditas hortikultura dipengaruhi berkurangnya pasokan hasil panen di sejumlah wilayah.
“Kalau menurut pengalaman saya selama bertani hortikultura itu salah satu penyebab harga naik yang jelas pasokan barang kurang, jadi otomatis naik,” katanya.
| Permainan Tradisional Palu Hadirkan Nostalgia Masa Kecil, Farha : Suasana Yang Paling Dirindukan |
|
|---|
| Hadirkan Permainan Tradisional Bagi Warga Palu, Tim Ayo Bermain Palu: Simpan HP mu, Kamai Momore |
|
|---|
| Ikut Bermain di Ayo Bermain Palu, Mutmainah Korona : Ruang Ini Harus Dirawat dan Dijaga |
|
|---|
| Ayo Bermain Palu Beri Ruang Untuk Warga Rasakan Permainan Tradisional |
|
|---|
| Anggota DPRD Palu Mutmainah Korona Apresiasi Peran Anak Muda Hadirkan Permainan Tradisional |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/petani-cabai23652.jpg)