Palu Hari Ini
Kota Palu Kembangkan Early Warning System Gempa Berstandar Jepang
Mewakili IMV Corporation dalam pertemuan tersebut adalah Takao Kawahira, Yasuhiro Okuda, dan anggota delegasi lainnya.
Ringkasan Berita:
- Pemerintah Kota Palu tengah menjajaki kerja sama dengan perusahaan Jepang, International Mechanical Vibration (IMV), untuk memperkuat sistem mitigasi bencana, khususnya peringatan dini gempa bumi dan pemantauan aktivitas seismik.
- Pembahasan dilakukan dalam pertemuan Wakil Wali Kota Palu, Imelda Liliana Muhidin, bersama perwakilan IMV pada 8 Juni 2026.
- Kerja sama ini berfokus pada pengembangan teknologi seismometer dan sistem deteksi gempa yang lebih cepat dan akurat, meniru sistem Jepang.
TRIBUNPALU.COM - Pemerintah Kota Palu sedang menjajaki peluang kerja sama dengan Perusahaan International Mechanical Vibration (IMV) dari Jepang untuk memperkuat upaya mitigasi bencana melalui pengembangan teknologi peringatan dini gempa bumi dan sistem pemantauan aktivitas seismik.
Kerja sama potensial tersebut dibahas dalam pertemuan antara Wakil Wali Kota Palu, Imelda Liliana Muhidin, dan perwakilan Perusahaan IMV di kantor Wakil Wali Kota pada hari Senin (8 Juni 2026).
IMV Corporation adalah perusahaan Jepang yang berspesialisasi dalam sistem pengujian getaran, teknologi keamanan, dan pengembangan peralatan yang mendukung mitigasi bencana.
Mewakili IMV Corporation dalam pertemuan tersebut adalah Takao Kawahira, Yasuhiro Okuda, dan anggota delegasi lainnya.
Wakil Wali Kota didampingi oleh Pelaksana Tugas Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Palu, Pelaksana Tugas Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan, perwakilan dari Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Tata Ruang dan Pertanahan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta pejabat terkait lainnya.
Baca juga: Edukasi hingga Skrining Jadi Fokus Pemkot Palu dalam Pencegahan HIV/AIDS
Selama pertemuan, kedua belah pihak membahas potensi penerapan teknologi seismometer dan sistem deteksi lainnya yang dapat berkontribusi dalam memperkuat kemampuan peringatan dini bencana di Palu.
Jepang memiliki jaringan sensor seismik yang sangat rapat, ribuan titik di seluruh negeri, yang memungkinkan sistem menghitung lokasi, magnitudo, dan area terdampak hanya dalam beberapa detik.
Peringatan kemudian dikirim ke masyarakat lewat HP, TV, radio, dan sekaligus mengaktifkan sistem otomatis seperti kereta yang berhenti, lift yang membuka pintu, atau pabrik yang shutdown
. Jadi peringatan di Jepang bukan sekadar informasi, tapi juga otomatisasi keselamatan yang langsung bekerja.
Sementara di Indonesia, sensor seismik tidak sebanyak Jepang, sehingga analisis gempa cenderung lebih lambat.
Baca juga: PELNI Jamin Harga Tiket Kapal Tetap Normal Meski BBM Naik
Peringatan biasanya sampai lewat TV, radio, aplikasi, atau sirine tsunami, dan fokus sistem Indonesia lebih pada peringatan tsunami.
Otomatisasi di infrastruktur publik masih terbatas, sehingga waktu peringatan dan respons tidak secepat di Jepang.
Intinya, Jepang punya sistem real-time yang sangat presisi dan otomatis. (*)
| Kota Palu Masih Jadi Daerah Kasus HIV/AIDS Tertinggi di Sulteng |
|
|---|
| SPMB SMP di Kota Palu Diperkirakan Dibuka Pekan Ketiga Juni 2026, Sekolah Masih Tunggu Juknis Resmi |
|
|---|
| Bapenda Palu Dorong Kendaraan Operasional Perusahaan Pakai Pelat Sulteng: Gunakan Jalan Daerah |
|
|---|
| 11 Guru Naik Jabatan Jadi Kepala Sekolah di Kota Palu, Berikut Daftar Lengkapnya |
|
|---|
| Peringati Hari Lingkungan Hidup, DLH Palu Gelar Kerja Bakti Serentak di Enam Titik |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/ud90au90aud9ajpgggg.jpg)