Rabu, 22 April 2026

Program MBG Bangkep Diberhentikan

Kepala BGN Janji Perkuat Sinergi Daerah Usai Kasus Keracunan MBG di Bangkep

Dadan menekankan, langkah pencegahan harus diperkuat melalui sinergi dengan pemerintah daerah.

Penulis: Zulfadli | Editor: Regina Goldie
HANDOVER
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, berjanji akan memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah menyusul kasus keracunan siswa SD hingga SMA setelah menyantap program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Banggai Kepulauan, Rabu (17/9/2025). 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Zulfadli

TRIBUNPALU.COM, PALU -  Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, berjanji akan memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah menyusul kasus keracunan siswa SD hingga SMA setelah menyantap program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Banggai Kepulauan, Rabu (17/9/2025).

Menurut Dadan, kasus tersebut bersifat teknis dan sudah ditangani dengan penghentian sementara operasional program di wilayah itu.

“SPPG (Subsidi Pangan dan Pemberian Gizi) di Banggai (Kepulauan) sebenarnya sudah berjalan cukup lama, bahkan lebih lama dibandingkan daerah lain. Namun, kemarin terjadi pergantian pemasok. Supplier baru yang masuk, Cakalang, ternyata kualitasnya belum sebaik yang sebelumnya. Karena itu, untuk sementara program di Banggai (Kepulauan) harus dihentikan dulu sambil memperbaiki prosedur yang ada,” ujar Dadan di ruang Polibu, Kamis (25/9/2025).

Ia menambahkan, penghentian sementara juga bertujuan agar penerima manfaat tidak mengalami trauma berlebihan dan tetap bersedia menerima kembali program makan gratis ke depan. 

Baca juga: BGN Sebut Akan Bangun 25.400 SPPG Aglomerasi Di Indonesia, Tutup Sementara SPPG di Bangkep

Dadan menekankan, langkah pencegahan harus diperkuat melalui sinergi dengan pemerintah daerah.

“Karena seluruh proses ada di daerah. Misalnya, pengolahan makanan dan kesehatan pekerja merupakan tugas pokok Dinas Kesehatan. Bahan baku harus dicek oleh Dinas Ketahanan Pangan atau Dinas Pertanian. Untuk aspek keselamatan kerja, termasuk pencegahan kebakaran, Damkar juga punya peran,” jelasnya.

Dadan menilai pemerintah daerah perlu membentuk tim khusus untuk melakukan pengawasan lebih ketat. 

Selain itu, program SPPG juga memiliki nilai tambah karena memberdayakan masyarakat lokal.

Baca juga: BREAKING NEWS: Program MBG di Bangkep dihentikan Sementara, Kepala BGN Ungkap Alasannya

“Kita mempekerjakan ibu-ibu sekitar, melibatkan pemasok lokal, dan bersinergi dengan koperasi desa Merah Putih. Koperasi ini bisa membina petani dan nelayan agar mampu membangun ketahanan serta kemandirian pangan lokal. Sementara BGN siap menjamin pembelian produk-produk hasil masyarakat tersebut,” tegasnya.

Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, menegaskan pihaknya akan menggerakkan Satuan Tugas (Satgas) yang telah terbentuk untuk mengawal program MBG di wilayah Sulteng.

“Menggunakan aparat kita, Dinas Kesehatan, kemudian Dinas Pertanian, kemudian Dinas Peternakan untuk terus melakukan pengawasan setiap produk yang akan digunakan untuk MBG ini,” kata Anwar.

Diberitakan sebelumnya, jumlah siswa diduga mengalami keracunan yang mengonsumsi menu MBG di Bangkep sebanyak 314 orang. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved