Sulteng Hari Ini
Dinkes Banggai Rencanakan Master Plan Rumah Sakit Pratama di Toili
Di hadapan Komisi III DPRD Banggai, Nurmasita mengatakan Puskesmas di Rusa Kencana memiliki keterbatasan.
Penulis: Alisan | Editor: Regina Goldie
Laporan Wartawan TribunPalu.com, Alisan Lasande
TRIBUNPALU,COM,BANGGAI - Pelaksana tugas Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Banggai, Nurmasita Datu Adam mengakui pasien rujukan dari dataran Toili cukup tinggi.
Hal ini mendorong instansi Dinkes untuk mendesain Rumah Sakit Pratama tahun 2026.
Nurmasita mengakui, fasilitas kesehatan ini membutuhkan 4,6 hektare.
“Baru perencanaan pengadaan master plan,” katanya belum lama ini.
Baca juga: Wagub Reny A Lamadjido Ajak GRANAT Sulteng Bersinergi Perangi Narkoba
Ia belum memperkirakan waktu pasti pembangunan setelah master plan selesai.
Di hadapan Komisi III DPRD Banggai, Nurmasita mengatakan Puskesmas di Rusa Kencana memiliki keterbatasan.
Dalam satu ruang perawatan sesuai standar hanya bisa 10 bangsal.
Gagasan tentang Rumah Sakit Pratama diungkap Nurmasita saat menjawab pertanyaan Anggota DPRD Banggai dari Fraksi Golkar, Helton Abdul Hamid.
Baca juga: 500 Pelajar SMK Masuk Barak Yonif 711, Ditempa Semangat Nasionalisme
Helton mengatakan, saat kasus dugaan keracunan makanan bergizi gratis, pasien sampai tak mendapat bed.
Pembangunan Rumah Sakit Pratama di daerah pertanian ini bisa menjangkau penduduk Kecamatan Toili, Toili Jaya, Toili Barat, Moilong, sampai Batui Selatan.
Ketika ada pasien dirujuk, membutuhkan waktu dua sampai tiga jam tiba di RSUD Luwuk di Jl Imam Bonjol, Kelurahan Bungin Timur, Kecamatan Luwuk.
Pembangunan Rumah Sakit Pratama terakhir kali dilakukan di masa pemerintahan Sofhian Mile-Herwin Yatim.
Lokasinya di Kecamatan Pagimana, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah. (*)
| Mantan Direktur RSUD Undata Palu Resmi Jabat Kepala Dinas P2KB Sulteng |
|
|---|
| BMKG Tambah Jaringan Deteksi Gempa di Sulawesi Tengah, 36 Alat Terpasang pada 2025 |
|
|---|
| Sepanjang 2025, Magnitudo Gempa di Sulawesi Tengah Tercatat 0,8–6,2 |
|
|---|
| BMKG Butuh 10 Alat Deteksi Tambahan untuk Perkuat Pemantauan Gempa Sulteng |
|
|---|
| BMKG Sebut Sesar Palu-Koro dan Poso Jadi Sumber Utama Gempa di Sulawesi Tengah 2025 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/DINKESjpegaaaaaa.jpg)