Donggala Hari Ini
Buruh Harap Kapal Pelni Berlabuh di Pelabuhan Donggala
Salah satu buruh bagasi Pelabuhan Donggala, Jamal (50), menyampaikan harapannya agar kapal PT PELNI.
Penulis: Misna Jayanti | Editor: Regina Goldie
Ringkasan Berita:
- Masyarakat dan para buruh pelabuhan menuntut agar kapal PT PELNI kembali berlabuh di Pelabuhan Donggala.
- Salah satu sosok yang menyuarakan aspirasinya adalah Jamal (50), perwakilan dari Persatuan Buruh Bagasi Donggala.
- Aksi ini mendesak pemerintah dan pihak terkait agar kapal PELNI segera bersandar secara reguler demi menghidupkan kembali denyut ekonomi di kawasan pelabuhan.
Laporan Wartawan TribunPalu, Misna Jayanti
TRIBUNPALU.COM, DONGGALA - Aliansi Masyarakat Donggala Bersatu lakukan aksi unjuk rasa meminta kapal PT PELNI kembali berlabuh di Pelabuhan Donggala, Kamis (22/1/2026).
Aksi itu dilakukan sebagai bentuk protes atas belum direalisasikannya trayek reguler kapal penumpang sesuai SK Dirjen Perhubungan Laut Nomor 612 Tahun 2025.
Aksi yang berlangsung di Pelabuhan Donggala, Kecamatan Banawa, Kabupaten Donggala itu diikuti ratusan warga Donggala dan turut serta pula sejumlah buruh bagasi Pelabuhan Donggala.
Salah satu buruh bagasi Pelabuhan Donggala, Jamal (50), menyampaikan harapannya agar kapal PT PELNI segera kembali berlabuh di Pelabuhan Donggala.
Baca juga: PLN UIP Sulawesi Sabet Predikat Platinum Alignment di Ajang Indonesia Green Awards 2026
Jamal yang mewakili Persatuan Buruh Bagasi Donggala mengatakan, keberadaan kapal PELNI sangat dibutuhkan untuk menunjang mata pencaharian para buruh pelabuhan.
“Saya mewakili Persatuan Buruh Bagasi Donggala menyampaikan tuntutan agar secepatnya kapal PELNI bisa kembali berlabuh di Pelabuhan Donggala,” katanya saat ditemui disela-sela aksi di Pelabuhan Donggala, Kecamatan Banawa, Kamis (22/1/2026).
Ia berharap realisasi sandarnya kapal PELNI dapat segera terwujud, mengingat aktivitas pelabuhan sangat berpengaruh terhadap penghasilan para buruh bagasi.
“Harapan kami sederhana, agar kapal PELNI segera berlabuh di Donggala. Itu saja,” ucapnya.
Baca juga: 3 Desa di Nunukan Kalimantan Utara Kini Masuk Wilayah Malaysia, Bagaimana Nasib Warganya?
Jamal mengungkapkan, dirinya telah bekerja sebagai buruh bagasi sejak Terminal Penumpang Pelabuhan Donggala kembali dibuka sekitar satu setengah tahun terakhir.
“Sejak pelabuhan dibuka, kami sudah bekerja di sini kurang lebih 1,5 tahun," ungkapnya.
Warga Kelurahan Kabonga Kecil itu juga menuturkan, hasil pekerjaannya di pelabuhan menjadi tumpuan utama untuk menghidupi keluarganya.
“Saya punya lima orang anak. Ada yang masih kelas tiga SMP, satu orang sudah kuliah, pekerjaan inilah harapan saya, anak saya yang lainnya sudah menikah,” tutupnya. (*)
| Honorer Donggala Ceritakan Perjuangan Demi Status Paruh Waktu, Jemput Bola Hingga Kementerian |
|
|---|
| Kades dan Babinsa Desa Rio Mukti Pastikan Video Tuduhan Intimidasi Aparat Berisi Misinformasi |
|
|---|
| Jembatan Salusumpu Donggala Rusak Parah, Warga Nekat Melintas hingga Motor Terjatuh |
|
|---|
| Pemkab Donggala Distribusikan 45 Ribu Kilogram Benih Jagung untuk Dukung Ketahanan Pangan |
|
|---|
| Pemerintah Kecamatan Banawa Perkuat Pencegahan Stunting Lewat Pemantauan Posyandu |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/IMG_9617jpegASA.jpg)