Palu Hari Ini
Kiriman Daratan hingga Cuaca Ekstrem, Ini Biang Sampah di Pesisir Teluk Palu
Sampah kiriman dari daratan biasanya terbawa aliran sungai dan bermuara ke Teluk Palu, terutama saat curah hujan tinggi.
Ringkasan Berita:
- DLH Kota Palu mengungkap tiga penyebab utama sampah pesisir, yakni kiriman dari daratan, aktivitas wisata, dan faktor musim akibat cuaca ekstrem.
- Fenomena sampah di pesisir Teluk Palu bersifat rutin, terutama saat curah hujan tinggi dan perubahan musim.
- DLH mengajak kolaborasi masyarakat dan pemuda untuk menjaga kebersihan pesisir dan melindungi kawasan mangrove.
TRIBUNPALU.COM, PALU – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Palu mengungkapkan tiga faktor utama penyebab menumpuknya sampah di kawasan pesisir Teluk Palu, khususnya di Kelurahan Layana Indah, Kecamatan Palu Timur, Kota Palu.
Sekretaris DLH Palu, Ibnu Mundzir, menjelaskan fenomena sampah di pesisir pantai tersebut bukan hal baru dan merupakan kejadian rutin terjadi, terutama musim tertentu.
“Terdapat tiga faktor utama penyebab sampah di pesisir Teluk Palu, yakni kiriman dari daratan yang tidak tertangani dengan baik, aktivitas di lokasi wisata pesisir, serta faktor musim yang dipengaruhi oleh cuaca ekstrem,” ujar Ibnu Mundzir kepada TribunPalu.com, Jumat (23/1/2026).
Baca juga: Komunitas Teater dan Sastra dari Banggai Tampilkan Monolog dan Baca Puisi
Ia menyebutkan, sampah kiriman dari daratan biasanya terbawa aliran sungai dan bermuara ke Teluk Palu, terutama saat curah hujan tinggi.
Sementara itu, aktivitas pengunjung di kawasan wisata pesisir juga turut menyumbang volume sampah.
Selain itu, kondisi cuaca ekstrem dan perubahan musim menyebabkan arus laut membawa sampah dari berbagai titik dan menumpuk di kawasan pantai tertentu.
Ibnu Mundzir menegaskan bahwa DLH Palu sangat terbuka untuk berkolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat, khususnya kelompok pemuda dan komunitas peduli lingkungan, dalam menjaga kebersihan kawasan pesisir.
“DLH Palu sangat welcome untuk terlibat bersama mengangkat sampah yang ada di wilayah pesisir kita,” katanya.
Menurutnya, sinergi tersebut penting tidak hanya untuk menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga untuk melindungi kawasan mangrove serta mendukung upaya mempertahankan prestasi Kota Palu seperti Adipura dan Sutami Award.
Sebelumnya, tumpukan sampah dengan panjang mencapai ratusan meter di pesisir pantai Kelurahan Layana Indah menjadi sorotan masyarakat.
Baca juga: Warga Nokilalaki Resah Kualitas Air Sungai, DPRD Sigi Soroti Tambang Ilegal Dongi-Dongi
Sampah tersebut dinilai mengganggu aktivitas nelayan karena merusak alat tangkap ikan serta mengancam kawasan penanaman mangrove di wilayah pesisir.(*)
Kota Palu
Ibnu Mundzir
DLH Palu
Sekretaris DLH Palu
Dinas Lingkungan Hidup (DLH)
Teluk Palu
Kelurahan Layana Indah
Kecamatan Palu Timur
| Kota Palu Masuk Daftar Kota Terpanas di Indonesia, Catat Suhu 36°C |
|
|---|
| Wali Kota Palu Keluarkan SE Nomor 17 Tahun 2026, Sampah Liar dan Gulma Bisa Didenda |
|
|---|
| Hati-hati! Ini 5 Pelanggaran Lingkungan di Palu Bisa Bikin Kena Denda Rp2 Juta |
|
|---|
| Taman Huntap Duyu, Dari Hunian Penyintas Jadi Destinasi Favorit di Kota Palu |
|
|---|
| Penertiban Reklame di Kota Palu, 115 Unit Baliho Dibongkar Sepanjang 2023-2025 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/Keberadaan-sampah-ini-tak-hanya-merusak-keindahan-pesisir-pantai.jpg)