Jumat, 10 April 2026

Palu Hari Ini

Kiriman Daratan hingga Cuaca Ekstrem, Ini Biang Sampah di Pesisir Teluk Palu

Sampah kiriman dari daratan biasanya terbawa aliran sungai dan bermuara ke Teluk Palu, terutama saat curah hujan tinggi.

Editor: Fadhila Amalia
Supriyanto/TribunPalu/Supriyanto
SAMPAH TERCEMAR - Sampah mencemari pesisir Pantai Dupa Indah, Kelurahan Layana, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu, semakin mengkhawatirkan. Sampah itu membentang sepanjang puluhan meter ini terlihat mengapung di pesisir dan tengah laut pada Kamis (22/1/2026) pagi. 
Ringkasan Berita:
  • DLH Kota Palu mengungkap tiga penyebab utama sampah pesisir, yakni kiriman dari daratan, aktivitas wisata, dan faktor musim akibat cuaca ekstrem.
  • Fenomena sampah di pesisir Teluk Palu bersifat rutin, terutama saat curah hujan tinggi dan perubahan musim.
  • DLH mengajak kolaborasi masyarakat dan pemuda untuk menjaga kebersihan pesisir dan melindungi kawasan mangrove.

TRIBUNPALU.COM, PALU – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Palu mengungkapkan tiga faktor utama penyebab menumpuknya sampah di kawasan pesisir Teluk Palu, khususnya di Kelurahan Layana Indah, Kecamatan Palu Timur, Kota Palu.

Sekretaris DLH Palu, Ibnu Mundzir, menjelaskan fenomena sampah di pesisir pantai tersebut bukan hal baru dan merupakan kejadian rutin terjadi, terutama musim tertentu.

“Terdapat tiga faktor utama penyebab sampah di pesisir Teluk Palu, yakni kiriman dari daratan yang tidak tertangani dengan baik, aktivitas di lokasi wisata pesisir, serta faktor musim yang dipengaruhi oleh cuaca ekstrem,” ujar Ibnu Mundzir kepada TribunPalu.com, Jumat (23/1/2026).

Baca juga: Komunitas Teater dan Sastra dari Banggai Tampilkan Monolog dan Baca Puisi

Ia menyebutkan, sampah kiriman dari daratan biasanya terbawa aliran sungai dan bermuara ke Teluk Palu, terutama saat curah hujan tinggi.

Sementara itu, aktivitas pengunjung di kawasan wisata pesisir juga turut menyumbang volume sampah.

Sekretaris DLH Palu Ibnu Mundzir bahwa selama libur lebaran pengangkutan sampah tidak libur.
Sekretaris DLH Palu, Ibnu Mundzir. (Handover)

Selain itu, kondisi cuaca ekstrem dan perubahan musim menyebabkan arus laut membawa sampah dari berbagai titik dan menumpuk di kawasan pantai tertentu.

Ibnu Mundzir menegaskan bahwa DLH Palu sangat terbuka untuk berkolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat, khususnya kelompok pemuda dan komunitas peduli lingkungan, dalam menjaga kebersihan kawasan pesisir.

“DLH Palu sangat welcome untuk terlibat bersama mengangkat sampah yang ada di wilayah pesisir kita,” katanya.

Menurutnya, sinergi tersebut penting tidak hanya untuk menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga untuk melindungi kawasan mangrove serta mendukung upaya mempertahankan prestasi Kota Palu seperti Adipura dan Sutami Award.

Sebelumnya, tumpukan sampah dengan panjang mencapai ratusan meter di pesisir pantai Kelurahan Layana Indah menjadi sorotan masyarakat.

Baca juga: Warga Nokilalaki Resah Kualitas Air Sungai, DPRD Sigi Soroti Tambang Ilegal Dongi-Dongi

Sampah tersebut dinilai mengganggu aktivitas nelayan karena merusak alat tangkap ikan serta mengancam kawasan penanaman mangrove di wilayah pesisir.(*)

Sumber: Tribun Palu
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved