OPINI
Desa Padang Pujiti Terendam, Pemerintah Tojo Una Una Diminta Transparan
Banjir membawa material lumpur dan batu hingga memutus sementara akses Jalan Trans Sulawesi.
Oleh: Ahmad Alhabsyie, Aktivis Mahasiswa
TRIBUNPALU.COM - Hujan deras pada Jumat (3/4/2026) menyebabkan Banjir melanda Desa Padang Pujiti, perbatasan Kecamatan Ulubongka dan Tojo, Kabupaten Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah.
Banjir membawa material lumpur dan batu hingga memutus sementara akses Jalan Trans Sulawesi.
Debit air sungai yang meningkat akibat hujan intens membuat sungai meluap, menggenangi permukiman warga, dan merusak jembatan utama di Kecamatan Ulubongka.
Ratusan rumah terendam, memaksa evakuasi warga ke lokasi yang lebih aman.
Ahmad Alhabsyie, seorang aktivis mahasiswa setempat, menyoroti potensi risiko Banjir yang makin tinggi di wilayah ini.
Ia menyebutkan, daerah rawan Banjir, termasuk Jalan Trans Sulawesi yang menghubungkan Kabupaten Poso dan Tojo Una-Una, berisiko diperluas menjadi lahan perkebunan sawit.
Baca juga: Hindari Anak Sapi, Mobil Rush Tabrak Tiang Telkomsel di Banggai
Menurut Ahmad, tanpa transparansi yang jelas, pembukaan lahan tersebut berpotensi menimbulkan dampak serius bagi masyarakat.
Ahmad menambahkan, lahan sawit dapat mengurangi penyerapan air, meningkatkan risiko erosi, dan menggusur hutan yang berfungsi sebagai daerah resapan air.
Hal ini diyakini akan memperburuk potensi bencana Banjir bandang di masa depan.
Ia menilai program bupati bernama Hijau Emas, yang mendorong penanaman sawit, sebaiknya dievaluasi karena berpotensi merugikan warga dan bertentangan dengan hasil penelitian terkait bencana alam.
Masyarakat diimbau tetap waspada terutama saat curah hujan tinggi, sementara pihak pemerintah diminta lebih transparan dalam perencanaan dan pelaksanaan pembukaan lahan sawit. (*)
| Melawan Reduksi Kebenaran di Ruang Siber: Sikap Rektor UMI dalam Menjaga Marwah Negarawan |
|
|---|
| Catatan dari Tanah Poso dan Morut: Menjaga Soliditas Organisasi Lewat Ruang Dialog |
|
|---|
| Ruang Publik dan Intel Sukarela |
|
|---|
| Catatan Kritis KAHMI Sulteng: Pertumbuhan Ekonomi Tinggi Belum Menjawab Kualitas Kesejahteraan |
|
|---|
| Toleransi: Warisan Luhur yang Terus Kami jaga |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/gd-sa78d-gsa78-gda78g-78a-gda78daad.jpg)