Kamis, 30 April 2026

Banggai Hari Ini

Dikepung Nikel, Desa Mayayap dan Trans Mayayap Lumbung Pangan di Bualemo Banggai

Aksi ini sebelum warga menemui Komisi III DPRD Sulawesi Tengah di Kota Palu.

Tayang:
Penulis: Alisan | Editor: Regina Goldie
TribunPalu.com/Alisan
Areal sawah di Kecamatan Bualemo, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah. 
Ringkasan Berita:
  • Desa Mayayap dan Trans Mayayap di Kecamatan Bualemo, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, merupakan lumbung pangan dengan total luas sawah 468 hektare (Mayayap 271 ha, Trans Mayayap 197 ha). 
  • Rata-rata produksi gabah kering panen di Bualemo mencapai 5 ton per hektare, sehingga setiap panen dua desa ini berpotensi menghasilkan 2,3 ribu ton gabah.
  • Namun, belakangan warga kedua desa menolak aktivitas tambang nikel oleh PT Integra Mining Nusantara Indonesia (IMNI) karena khawatir dampak lingkungan.

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Alisan Lasande 

TRIBUNPALU.COM, BANGGAI - Desa Mayayap dan Trans Mayayap salah satu lumbung pangan di Kecamatan Bualemo, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah.

Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Kabupaten Banggai Hendra Saadjad memaparkan luas lahan sawah di Bualemo 1.389 hektare.

Di Desa Mayayap 271 hektare dan Trans Mayayap 197 hektare. 

Total luasan sawah dua desa ini 468 hektare.

"Rata-rata produksi di Kecamatan Bualemo 5 ton per hektare gabah kering panen," paparnya, Kamis (30/4/2026).

Baca juga: Masa Sidang II Dibuka, Fraksi PDIP Donggala Tekankan Kebijakan Harus Berdampak Nyata bagi Masyarakat

Sekali panen, Mayayap dan Trans Mayayap berpotensi memproduksi 2,3 ton.  

Belakangan dua desa ini menuntut protes atas kehadiran tambang nikel.

Catatan TribunPalu.com, Senin (23/2/2026) warga ke lokasi operasional PT Integra Mining Nusantara Indonesia (IMNI) untuk memprotes dampak pertambangan nikel.

Aksi ini sebelum warga menemui Komisi III DPRD Sulawesi Tengah di Kota Palu.

Sebagai gambaran, Desa Mayayap memiliki luas wilayah 95 Kilometer (Km) persegi. Terdiri atas luas lahan pertanian 360 hektare. (*)

Sumber: Tribun Palu
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved