Hari Buruh 2026
Massa Mayday Tolak Video Call, Desak Gubernur Sulteng Hadir Langsung
Mewakili massa aksi, Fajar mengatakan akan memberikan waktu kepada Gubernur Sulteng, Anwar Hafid selama 2×24jam untuk menemui massa aksi.
Penulis: Supriyanto | Editor: Regina Goldie
Ringkasan Berita:
- Massa Aliansi BURASA dalam aksi May Day di depan Kantor Gubernur Sulteng menyatakan mosi tidak percaya kepada Gubernur Anwar Hafid.
- Mereka kecewa karena gubernur tidak menemui langsung massa aksi dan hanya mencoba berkomunikasi lewat video call, yang dianggap mencederai demokrasi.
- Koordinator aksi, Fajar (FSPIM), memberi ultimatum 2×24 jam agar gubernur hadir langsung bersama instansi terkait untuk berdialog. Jika tidak dipenuhi, mereka mengancam akan menggelar aksi yang lebih besar.
Laporan Wartawan TribunPalu.com, Supriyanto Ucok
TRIBUNPALU.COM, PALU - Massa Aksi dari Aliansi Buruh Rakyat Berkuasa (BURASA) peringatan Mayday di depan Kantor Gubernur Sulteng menyatakan bahwa mereka tidak percaya kepada pemimpin Provinsi Sulawesi Tengah.
Hal itu disampaikan dalam konferensi pers seusai aksi yang tak kunjung menemukan titik ujung.
Koorlap aksi, Fajar dari Federasi Serikat Pekerja Industri Merdeka (FSPIM) mengatakan dengan tegas bahwa Gubernur Sulteng dianggap menodai aksi yang telah diselenggarakan oleh seluruh kaum buruh yang berserikat di Mayday kali ini.
"Kami menyatakan bahwa Mosi Tidak Pecaya kepada Gubernur Sulteng," jelas koorlap bersama massa aksi di hadapan awak media pada Jumat (1/5/2026).
Mewakili massa aksi, Fajar mengatakan akan memberikan waktu kepada Gubernur Sulteng, Anwar Hafid selama 2×24jam untuk menemui massa aksi.
"Serta mengundang seluruh pihak instansi terkait untuk hadir bersama kami. Dan jika pernyataan ini tidak diindahkan maka kami dari aliansi akan melakukan konsolidasi kembali dengan aksi yang lebih besar lagi," tegasnya.
Baca juga: Perempuan Mahardika Soroti PHK Massal Ribuan Perempuan di Morowali Utara
Sebelumnya, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Setda Sulteng), Farid Rifai menemui massa aksi Mayday untuk menerima tuntutan yang disampaikan.
Namun, massa aksi menolak dengan mengatakan hanya Gubernur Sulteng, Anwar Hafid yang mereka ingin temui.
Dengan permintaan itu, Gubernur Sulteng berupaya untuk menghubungi Asisten I lewat sambungan video telepon (VideoCall) Via WhatsApp.
Menerima sambungan telepon itu, massa aksi menolak untuk berbicara dan mengatakan bahwa hal tersebut sangat mencederai demokrasi.
Sehingga mereka meminta agar Gubernur Sulteng hadir menemui mereka selama 2×24jam. (*)
| Mayday, Advokat Rakyat Agussalim Soroti Konfensi ILO 165 Untuk Kelas Buruh di Industri |
|
|---|
| Buruh Tolak Pembatasan Kontainer di Palu, SBTCST–FNPBI: Jangan Sampai Bebani Pekerja |
|
|---|
| Polres Donggala Gelar Silaturahmi May Day 2026, Kapolres Pastikan Kawal Aspirasi Buruh |
|
|---|
| Ratusan Mahasiswa Aksi May Day di Palu Sampaikan 22 Tuntutan Buruh |
|
|---|
| Hari Buruh 2026 di Palu, Massa Soroti PHK hingga Eksploitasi Tenaga Kerja |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/gs78gf78sa-g87sag87asjpggg.jpg)