Sabtu, 2 Mei 2026

Hari Buruh 2026

Massa Mayday Tolak Video Call, Desak Gubernur Sulteng Hadir Langsung

Mewakili massa aksi, Fajar mengatakan akan memberikan waktu kepada Gubernur Sulteng, Anwar Hafid selama 2×24jam untuk menemui massa aksi.

Tayang:
Penulis: Supriyanto | Editor: Regina Goldie
Handover
Massa Aksi dari Aliansi Buruh Rakyat Berkuasa (BURASA) peringatan Mayday di depan Kantor Gubernur Sulteng menyatakan bahwa mereka tidak percaya kepada pemimpin Provinsi Sulawesi Tengah. 
Ringkasan Berita:
  • Massa Aliansi BURASA dalam aksi May Day di depan Kantor Gubernur Sulteng menyatakan mosi tidak percaya kepada Gubernur Anwar Hafid. 
  • Mereka kecewa karena gubernur tidak menemui langsung massa aksi dan hanya mencoba berkomunikasi lewat video call, yang dianggap mencederai demokrasi.
  • Koordinator aksi, Fajar (FSPIM), memberi ultimatum 2×24 jam agar gubernur hadir langsung bersama instansi terkait untuk berdialog. Jika tidak dipenuhi, mereka mengancam akan menggelar aksi yang lebih besar.

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Supriyanto Ucok

TRIBUNPALU.COM, PALU - Massa Aksi dari Aliansi Buruh Rakyat Berkuasa (BURASA) peringatan Mayday di depan Kantor Gubernur Sulteng menyatakan bahwa mereka tidak percaya kepada pemimpin Provinsi Sulawesi Tengah.

Hal itu disampaikan dalam konferensi pers seusai aksi yang tak kunjung menemukan titik ujung.

Koorlap aksi, Fajar dari Federasi Serikat Pekerja Industri Merdeka (FSPIM) mengatakan dengan tegas bahwa Gubernur Sulteng dianggap menodai aksi yang telah diselenggarakan oleh seluruh kaum buruh yang berserikat di Mayday kali ini.

"Kami menyatakan bahwa Mosi Tidak Pecaya kepada Gubernur Sulteng," jelas koorlap bersama massa aksi di hadapan awak media pada Jumat (1/5/2026).

Mewakili massa aksi, Fajar mengatakan akan memberikan waktu kepada Gubernur Sulteng, Anwar Hafid selama 2×24jam untuk menemui massa aksi.

"Serta mengundang seluruh pihak instansi terkait untuk hadir bersama kami. Dan jika pernyataan ini tidak diindahkan maka kami dari aliansi akan melakukan konsolidasi kembali dengan aksi yang lebih besar lagi," tegasnya.

Baca juga: Perempuan Mahardika Soroti PHK Massal Ribuan Perempuan di Morowali Utara

Sebelumnya, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Setda Sulteng), Farid Rifai menemui massa aksi Mayday untuk menerima tuntutan yang disampaikan.

Namun, massa aksi menolak dengan mengatakan hanya Gubernur Sulteng, Anwar Hafid yang mereka ingin temui.

Dengan permintaan itu, Gubernur Sulteng berupaya untuk menghubungi Asisten I lewat sambungan video telepon (VideoCall) Via WhatsApp.

Menerima sambungan telepon itu, massa aksi menolak untuk berbicara dan mengatakan bahwa hal tersebut sangat mencederai demokrasi.

Sehingga mereka meminta agar Gubernur Sulteng hadir menemui mereka selama 2×24jam. (*)

Sumber: Tribun Palu
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved