Selasa, 19 Mei 2026

Sigi Hari Ini

Desa Mataue Sigi Terisolasi, Jembatan Penghubung Antar Dusun Putus Karena Sungai Meluap

Kelompok rentan seperti balita, lansia, dan penyandang disabilitas ikut terdampak karena kesulitan mencapai fasilitas umum.

Tayang:
Editor: Regina Goldie
Handover
Hujan deras disertai angin yang mengguyur Kecamatan Kulawi, Kabupaten Sigi, pada Sabtu malam (16/5/2026) mengakibatkan banjir di Desa Mataue dan Desa Boladangko. 
Ringkasan Berita:
  • Hujan deras disertai angin di Kecamatan Kulawi, Sigi pada Sabtu malam (16/5/2026) menyebabkan banjir di Desa Mataue dan Boladangko.
  • Satu jembatan penghubung di Desa Mataue putus, mengganggu akses 30 kepala keluarga, sementara jalan di Boladangko sempat tertutup material banjir namun sudah dibersihkan.
  • Belum ada korban jiwa, namun warga membutuhkan jembatan darurat, bronjong, dan alat berat untuk pemulihan, dengan BPBD Sigi dan TRC melakukan assessment dan koordinasi dengan aparat desa.

TRIBUNPALU.COM - Hujan deras disertai angin yang mengguyur Kecamatan Kulawi, Kabupaten Sigi, pada Sabtu malam (16/5/2026) mengakibatkan banjir di Desa Mataue dan Desa Boladangko.

Debit air sungai meningkat drastis hingga satu unit jembatan penghubung antar dusun di Desa Mataue putus, sehingga akses warga Dusun 2 hanya bisa dilalui dengan berjalan kaki.

Banjir terjadi sekitar pukul 22.15 WITA, setelah hujan mengguyur wilayah tersebut sejak pukul 18.00 WITA.

Arus sungai yang deras membawa material hingga menutup beberapa akses jalan, menghambat aktivitas masyarakat, terutama 30 kepala keluarga di Dusun 2 Desa Mataue.

Kelompok rentan seperti balita, lansia, dan penyandang disabilitas ikut terdampak karena kesulitan mencapai fasilitas umum.

Baca juga: Bupati Buol Pimpin KONI, Fokus Pembinaan Atlet dan Pembangunan Olahraga

Di Desa Boladangko, akses jalan menuju kantor desa, sekolah dasar, TK/PAUD, dan gereja sempat tertutup material banjir.

Namun, aparat desa bersama warga melakukan pembersihan secara mandiri, sehingga saat ini jalan sudah dapat dilalui kendaraan roda dua maupun empat, dengan catatan kondisi arus sungai normal.

Hingga saat ini, belum ada laporan korban jiwa maupun pengungsi. Pemerintah daerah melalui BPBD Kabupaten Sigi bersama TRC telah melakukan assessment dan koordinasi dengan aparat desa.

Warga Desa Mataue membutuhkan pembangunan jembatan darurat, bronjong, dan alat berat untuk membersihkan sisa material, sementara Desa Boladangko membutuhkan alat berat untuk mempercepat pembersihan.

Aktivitas masyarakat Dusun 2 Desa Mataue masih terganggu akibat putusnya jembatan, sementara di Desa Boladangko, kondisi masyarakat perlahan kembali normal setelah pembersihan material selesai. (*)

Sumber: Tribun Palu
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved