Sigi Hari Ini
Enam Desa di Sigi Jadi Lokasi Manfaat Program Adaptasi Perubahan Iklim untuk 1.500 Warga
Program ini dijadwalkan berlangsung hingga April 2028, diharapkan mampu memperkuat fondasi kolaborasi multipihak.
Ringkasan Berita:
- Program Adaptasi Perubahan Iklim Kabupaten Sigi 2026-2028 akan melibatkan lebih dari 1.500 warga dari Desa Bangga, Pandere, Pakuli Utara, Sambo, Simoro, dan Wisolo.
- Program menerapkan strategi Water, Energy, Food (WEF) Nexus dan pengembangan pusat pembelajaran adaptasi perubahan iklim untuk meningkatkan ketahanan masyarakat terhadap dampak perubahan iklim.
- Pemerintah Kabupaten Sigi bekerja sama dengan Konsorsium KOLABORASI dan kementerian terkait, dengan dukungan lembaga lingkungan.
TRIBUNPALU.COM – Pemerintah Kabupaten Sigi bersama Konsorsium KOLABORASI resmi meluncurkan Program Adaptasi Perubahan Iklim Kabupaten Sigi 2026-2028 bertujuan memperkuat ketahanan masyarakat menghadapi dampak perubahan iklim, terutama di sektor pertanian dan wilayah pedesaan.
Sebanyak lebih dari 1.500 penerima manfaat ditargetkan terlibat dalam program ini, yang tersebar di enam desa, yakni Desa Bangga, Desa Pandere, Desa Pakuli Utara, Desa Sambo, Desa Simoro, dan Desa Wisolo.
Peluncuran program berlangsung di Aula Kantor Bupati Sigi, Desa Bora, Kecamatan Sigi Kota, Sulawesi Tengah.
Kegiatan itu turut dihadiri langsung oleh Bupati Sigi, Mohamad Rizal Intjenae, bersama sejumlah pemangku kepentingan dari tingkat daerah hingga nasional.
Baca juga: Ramai Dikira Kado dari Verrell Bramasta, Fuji Klarifikasi soal Cincin di Jarinya: Beli Sendiri
Konsorsium KOLABORASI, yang terdiri dari Koaksi Indonesia, Lingkar Temu Kabupaten Lestari, Water Stewardship Indonesia, dan Earth Innovation Institute, mendukung program ini dengan pendekatan Water, Energy, Food (WEF) Nexus, serta pengembangan pusat pembelajaran adaptasi perubahan iklim di tingkat kabupaten.
Bupati Sigi, Mohamad Rizal Intjenae, menyampaikan bahwa program ini menjadi langkah penting di tengah keterbatasan fiskal daerah.
“Program ini menjadi oase bagi pemerintah daerah untuk tetap mendorong kebijakan iklim yang berdampak langsung bagi masyarakat. Kolaborasi lintas sektor membuktikan solusi konkret bisa dihadirkan di tingkat tapak,” ujarnya.
Program ini dijadwalkan berlangsung hingga April 2028, diharapkan mampu memperkuat fondasi kolaborasi multipihak dan meningkatkan ketahanan masyarakat terhadap ancaman perubahan iklim, seperti banjir dan kekeringan kerap mempengaruhi produktivitas pertanian dan ketahanan pangan di Kabupaten Sigi.
Baca juga: Polsek Pagimana Banggai Amankan 2 Airsoft Gun Tanpa Izin Resmi
Selain peluncuran, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Pemerintah Kabupaten Sigi dan Koaksi Indonesia sebagai bentuk komitmen bersama dalam implementasi program.(*)
Bupati Sigi
Mohamad Rizal Intjenae
Sulawesi Tengah
Kabupaten Sigi
Desa Bora
Kecamatan Sigi Kota
Desa Bangga
Konsorsium KOLABORASI
| Kejari Sigi Buka Peluang Tambah Tersangka Kasus Korupsi Proyek Pakan |
|
|---|
| Dua Pejabat Dinas Peternakan Sigi Ditahan, Diduga Peras dan Terima Gratifikasi Proyek Rp767,7 Juta |
|
|---|
| BREAKING NEWS: Kejari Sigi Tetapkan 2 Pejabat Dinas Peternakan Tersangka Dugaan Korupsi |
|
|---|
| Santri Ponpes Modern Al-Istiqamah Ngatabaru Sigi Studi Tour ke Tribun Timur |
|
|---|
| Jembatan Putus Akibat Banjir, 16 Orang Rentan di Desa Mataue Kulawi Sigi Masih Terisolir |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/Pemkab-Sigi-dan-Konsorsium-KOLABORASI.jpg)