Smart Primary Care Expo
Wagub Sulteng Buka Smart Primary Care Expo: Klinik Garda Depan Program Berani Sehat
Tingginya animo masyarakat mengakses BERANI Sehat mengakibatkan rumah sakit rujukan provinsi seperti RS Undata mengalami lonjakan jumlah pasien.
Penulis: Supriyanto | Editor: Fadhila Amalia
Ringkasan Berita:
- Wagub Sulteng menekankan bahwa layanan kesehatan primer di klinik dan puskesmas adalah garda depan program BERANI Sehat untuk mencegah rumah sakit penuh.
- Program ini telah memberikan layanan kesehatan gratis bagi lebih dari 173 ribu warga Sulteng sepanjang 2025, membantu mereka yang tidak tercover BPJS atau status PBI-nya dicabut.
- Smart Primary Care Expo and Symposium diharapkan meningkatkan kompetensi tenaga kesehatan, dan rencana MoU dengan klinik serta BPJS Kesehatan.
Laporan Wartawan TribunPalu.com, Supriyanto Ucok
TRIBUNPALU.COM, PALU - Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, Reny A Lamadjido menegaskan vitalnya peran klinik dan puskesmas sebagai jantung pelayanan kesehatan primer bagi masyarakat Sulawesi Tengah di era Program Berani Sehat.
Hal ini diungkapkan saat membuka Smart Primary Care Expo and Symposium di Hotel Grand sya Jl Sam Ratulangi Kelurahan Besusu Tengah, Kecamatan Palu Timur, Kota Palu pada Kamis (21/5/2026).
Menurutnya, penguatan layanan kesehatan primer akan dapat mengurangi dampak antrian panjang pasien di rumah sakit.
Baca juga: Prakiraan Cuaca Sulteng, Jumat 22 Mei 2026, Hujan Ringan dan Petir di Terjadi Sejumlah Daerah
"Selesaikan dulu di primer (puskesmas atau klinik) supaya rumah sakit tidak penuh," ucapnya.
Dalam kesempatan itu, Wagub Reny memaparkan bahwa program BERANI Sehat adalah terobosan pemerintah provinsi untuk menghadirkan layanan kesehatan gratis bagi masyarakat ber-KTP Sulteng.
Sepanjang 2025, Berani Sehat telah memberikan dampak nyata bagi lebih dari 173 ribu warga Sulteng.
Program ini sangat efektif dalam menolong masyarakat yang tidak bisa berobat karena belum terdaftar dalam BPJS Kesehatan, kepesertaan dibekukan akibat tunggakan iuran, maupun yang statusnya sebagai Penerima Bantuan Iuran (PBI) dicabut.
Selain itu, tingginya animo masyarakat mengakses BERANI Sehat mengakibatkan rumah sakit rujukan provinsi seperti RS Undata mengalami lonjakan jumlah pasien.
"Tujuh puluh persen (77 persen) pelayanan (langsung) di rumah sakit," sebutnya.
Baca juga: Kode Redeem FF Free Fire Jumat 22 Mei 2026, Klaim di reward.ff.garena.com Sebelum Hangus
Karena itu, Smart Primary Care Expo and Symposium, diharapkan menjadi suntikan bagi tenaga kesehatan untuk meningkatkan kompetensi dan kualitas pelayanan primer sehingga pasien tidak perlu buru-buru ke rumah sakit untuk berobat.
Ditambah lagi, Wagub Reny berencana melaksanakan MoU dengan klinik dan BPJS Kesehatan guna memperkuat implementasi Program Berani Sehat di tingkat layanan primer.
"Semoga dari kegiatan ini, diberikan strategi-strategi seperti apa yang bagus untuk meningkatkan mutu pelayanan primer," pungkasnya.
Baca juga: Hadiri RDPU Komisi II DPR RI, Kanwil BPN Sulteng Dorong Solusi Berkeadilan untuk Masyarakat Poso
Acara pembukaan turut dihadiri Ketua ASKLIN Pusat Eddi Junaidi, Ketua ASKLIN Sulteng H Muhammad Akbar, kadis kesehatan, direktur rumah sakit, kepala puskesmas, klinik kesehatan, beserta para ketua organisasi profesi kesehatan.(*)
Sulawesi Tengah
Wakil Gubernur Sulawesi Tengah
Reny A Lamadjido
Smart Primary Care Expo
Program Berani Sehat
Wagub Reny
Kelurahan Besusu Tengah
Kecamatan Palu Timur
| Wagub Sulteng Dorong Penanganan Pasien di Puskesmas agar Rumah Sakit Tidak Penuh |
|
|---|
| Asklin Sulteng Harap Smart Primary Care Expo Jadi Agenda Tahunan, Hadirkan Pakar Kesehatan Nasional |
|
|---|
| Wagub Reny Apresiasi Smart Primary Care Expo Asklin Sulteng, Singgung Pentingnya Berani Sehat |
|
|---|
| Asklin Sulteng Gelar Smart Primary Care Expo 2026, Dorong Kolaborasi Puskesmas dan Klinik |
|
|---|
| Asklin Sulteng Gelar Smart Primary Care Expo 2026 Perkuat Kolaborasi Puskesmas dan Klinik |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/Buka-Smart-Primary-Care-Expo-and-Symposium.jpg)