Sigi Hari Ini
Program Desa Cantik Resmi Dicanangkan di Sigi, Tiga Desa Jadi Percontohan
Selain Desa Lolu, program tersebut juga menyasar Desa Jono Oge dan Desa Sidera sebagai desa percontohan dalam pembinaan statistik desa.
Penulis: Andika Satria Bharata | Editor: Fadhila Amalia
Ringkasan Berita:
- Program Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) resmi dicanangkan di Desa Lolu, Sigi, dengan tiga desa percontohan yakni Lolu, Jono Oge, dan Didera.
- Bupati Sigi Mohammad Rizal Intjenae menilai program tersebut penting untuk membantu desa menyusun kebijakan dan APBDes berbasis data akurat.
- Pembinaan Desa Cantik berlangsung hingga Juli 2026 sebagai bagian implementasi program Satu Data Indonesia.
Laporan Wartawan Tribunpalu.com, Andika Satria Bharata
TRIBUNPALU.COM, SIGI – Program Pembinaan Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) resmi dicanangkan di Desa Lolu, Kecamatan Sigi Biromaru, Senin (25/5/2026).
Selain Desa Lolu, program tersebut juga menyasar Desa Jono Oge dan Desa Sidera sebagai desa percontohan dalam pembinaan statistik desa.
Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Sigi Mohammad Rizal Intjenae bersama jajaran Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Tengah dan BPS Sigi.
Baca juga: Aksi Bakar Ban Bekas di Maahas Banggai Dipicu Kasus Dugaan Penganiayaan
Dalam sambutannya, Rizal menyebut program Desa Cantik merupakan inovasi yang sangat penting untuk membantu pemerintah desa menyusun kebijakan berbasis data yang akurat.
“Ini semacam dijadikan percontohan dulu tiga desa. Nantinya desa akan lebih mudah menyusun APBDes walaupun anggaran sedikit, tetapi kalau tepat sasaran dengan data yang ada, dana itu bisa digunakan sebagus mungkin,” ujar Rizal.
Menurutnya, keberadaan data statistik yang valid akan membantu pemerintah mengetahui kebutuhan riil masyarakat, termasuk memetakan wilayah kemiskinan hingga menentukan bentuk intervensi yang dibutuhkan.
“Kalau ada data ini, saya punya keyakinan semua tepat sasaran. Kita bisa tahu kemiskinan paling tinggi di kecamatan mana, desa mana yang harus diintervensi, apa persoalannya, apakah rumahnya atau modal usahanya,” jelasnya.
Rizal menegaskan efisiensi anggaran tidak boleh berdampak pada pelayanan masyarakat. Ia menyebut penghematan hanya dilakukan pada belanja internal pemerintahan.
Baca juga: Konkerkab PGRI Donggala Bahas Transformasi Guru di Era Disrupsi Teknologi
“Kalau untuk masyarakat tidak ada efisiensinya. Efisiensi itu ada di ASN, misalnya rapat tidak perlu pakai minum dan kue yang penting bisa jalan,” katanya.
Sementara itu, pihak BPS menjelaskan pemilihan desa percontohan dilakukan berdasarkan sejumlah indikator, di antaranya kesiapan sumber daya manusia dan infrastruktur desa.
“Kami tidak sembarangan memilih desa. Ada kriteria yang diperhatikan, mulai dari kesiapan SDM hingga infrastruktur agar hasil pembinaan ini bisa signifikan,” jelas perwakilan BPS.
Baca juga: Bupati Morowali Minta Warga Buka Jalur Sungai yang Ditutup
Program pembinaan Desa Cantik tersebut dijadwalkan berlangsung hingga Juli 2026 sebagai bagian implementasi program Satu Data Indonesia.(*)
Sulawesi Tengah
Kabupaten Sigi
Desa Lolu
Bupati Sigi
Mohamad Rizal Intjenae
Desa Cantik
Desa Jono Oge
Desa Sidera
Rizal
| Wabup Sigi Minta Warga Tidak Terprovokasi Kasus Eks Polwan |
|
|---|
| Terpilih Aklamasi di Musda III, Edy Syupratman Pimpin Pertina Sigi Periode 2026-2030 |
|
|---|
| Sertijab Kasat Reskrim, Kapolres Sigi Gaungkan Inovasi Pelayanan Warga |
|
|---|
| Jenguk Pasien Asal Luwu Utara, Wabup Samuel Pongi Tegaskan Layanan Kesehatan Sigi Bebas Diskriminasi |
|
|---|
| Tinjau Jembatan Putus di Kulawi, Bupati Sigi Instruksikan Dinas PUTR Segera Normalisasi Sungai |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/Program-Desa-Cantik-Resmi-Dicanangkan-di-Sigi-Tiga-Desa-Jadi-Percontohan.jpg)