Senin, 25 Mei 2026

Sigi Hari Ini

Program Desa Cantik Resmi Dicanangkan di Sigi, Tiga Desa Jadi Percontohan

Selain Desa Lolu, program tersebut juga menyasar Desa Jono Oge dan Desa Sidera sebagai desa percontohan dalam pembinaan statistik desa.

Tayang:
Andika/TribunPalu/Andika Satria Bharata
PEMBINAAN DESA - Program Pembinaan Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) resmi dicanangkan di Desa Lolu, Kecamatan Sigi Biromaru, Senin (25/5/2026).  
Ringkasan Berita:
  • Program Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) resmi dicanangkan di Desa Lolu, Sigi, dengan tiga desa percontohan yakni Lolu, Jono Oge, dan Didera.
  • Bupati Sigi Mohammad Rizal Intjenae menilai program tersebut penting untuk membantu desa menyusun kebijakan dan APBDes berbasis data akurat.
  • Pembinaan Desa Cantik berlangsung hingga Juli 2026 sebagai bagian implementasi program Satu Data Indonesia.

Laporan Wartawan Tribunpalu.com, Andika Satria Bharata

TRIBUNPALU.COM, SIGI – Program Pembinaan Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) resmi dicanangkan di Desa Lolu, Kecamatan Sigi Biromaru, Senin (25/5/2026). 

Selain Desa Lolu, program tersebut juga menyasar Desa Jono Oge dan Desa Sidera sebagai desa percontohan dalam pembinaan statistik desa.

Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Sigi Mohammad Rizal Intjenae bersama jajaran Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Tengah dan BPS Sigi.

Baca juga: Aksi Bakar Ban Bekas di Maahas Banggai Dipicu Kasus Dugaan Penganiayaan

Dalam sambutannya, Rizal menyebut program Desa Cantik merupakan inovasi yang sangat penting untuk membantu pemerintah desa menyusun kebijakan berbasis data yang akurat.

“Ini semacam dijadikan percontohan dulu tiga desa. Nantinya desa akan lebih mudah menyusun APBDes walaupun anggaran sedikit, tetapi kalau tepat sasaran dengan data yang ada, dana itu bisa digunakan sebagus mungkin,” ujar Rizal.

Menurutnya, keberadaan data statistik yang valid akan membantu pemerintah mengetahui kebutuhan riil masyarakat, termasuk memetakan wilayah kemiskinan hingga menentukan bentuk intervensi yang dibutuhkan.

“Kalau ada data ini, saya punya keyakinan semua tepat sasaran. Kita bisa tahu kemiskinan paling tinggi di kecamatan mana, desa mana yang harus diintervensi, apa persoalannya, apakah rumahnya atau modal usahanya,” jelasnya.

Rizal menegaskan efisiensi anggaran tidak boleh berdampak pada pelayanan masyarakat. Ia menyebut penghematan hanya dilakukan pada belanja internal pemerintahan.

Baca juga: Konkerkab PGRI Donggala Bahas Transformasi Guru di Era Disrupsi Teknologi

“Kalau untuk masyarakat tidak ada efisiensinya. Efisiensi itu ada di ASN, misalnya rapat tidak perlu pakai minum dan kue yang penting bisa jalan,” katanya.

Sementara itu, pihak BPS menjelaskan pemilihan desa percontohan dilakukan berdasarkan sejumlah indikator, di antaranya kesiapan sumber daya manusia dan infrastruktur desa.

“Kami tidak sembarangan memilih desa. Ada kriteria yang diperhatikan, mulai dari kesiapan SDM hingga infrastruktur agar hasil pembinaan ini bisa signifikan,” jelas perwakilan BPS.

Baca juga: Bupati Morowali Minta Warga Buka Jalur Sungai yang Ditutup

Program pembinaan Desa Cantik tersebut dijadwalkan berlangsung hingga Juli 2026 sebagai bagian implementasi program Satu Data Indonesia.(*)

Sumber: Tribun Palu
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved