Jumat, 5 Juni 2026

Parigi Moutong Hari Ini

Durian hingga Kelapa Parigi Moutong Berpeluang Tembus Pasar Internasional

Program ini bertujuan meningkatkan nilai tambah komoditas dengan mengolah hasil perkebunan menjadi produk siap jual.

Tayang:
Editor: Fadhila Amalia
TribunPalu/Faaiz/Abdul Humul Faaiz
DURIAN - Komoditas unggulan Kabupaten Parigi Moutong, seperti durian, kakao, dan kelapa dalam, dinilai memiliki peluang besar untuk menembus pasar internasional. 
Ringkasan Berita:
  • Kementerian Transmigrasi menilai durian, kakao, dan kelapa Parigi Moutong memiliki peluang besar di pasar ekspor.
  • Program hilirisasi disiapkan untuk meningkatkan nilai tambah komoditas dan pendapatan petani.
  • China menjadi salah satu pasar potensial bagi komoditas unggulan yang dikembangkan di kawasan transmigrasi.

TRIBUNPALU.COM, PARIGI MOUTONG – Komoditas unggulan Kabupaten Parigi Moutong, seperti durian, kakao, dan kelapa dalam, dinilai memiliki peluang besar untuk menembus pasar internasional.

Potensi tersebut menjadi salah satu alasan Kementerian Transmigrasi Republik Indonesia mendorong pengembangan kawasan transmigrasi berbasis komoditas unggulan memiliki nilai ekonomi tinggi.

Direktur Perencanaan Teknis, Pengembangan Ekonomi, dan Pemberdayaan Masyarakat Kementerian Transmigrasi RI, Andy Wijaya, mengatakan Kabupaten Parigi Moutong memiliki sumber daya perkebunan melimpah dan berpotensi menjadi penggerak ekonomi daerah.

Baca juga: Parigi Moutong Dapat Alokasi 500 Hektare Program Kelapa Dalam dari Kementerian Pertanian

Menurutnya, permintaan terhadap komoditas seperti durian, kakao, dan kelapa terus meningkat, baik di pasar domestik maupun luar negeri.

"Durian, kakao, dan kelapa dalam memiliki pangsa pasar yang besar hingga ke China," ujar Andy saat kunjungan kerja di Kecamatan Mepanga, Rabu (3/6/2026).

Ia menjelaskan, untuk memaksimalkan peluang tersebut, pemerintah mendorong penerapan program hilirisasi melalui skema Trans Karya Nusa.

Program ini bertujuan meningkatkan nilai tambah komoditas dengan mengolah hasil perkebunan menjadi produk siap jual.

Melalui hilirisasi, petani tidak hanya bergantung pada penjualan bahan baku, tetapi juga dapat memperoleh keuntungan lebih besar dari produk olahan yang memiliki daya saing di pasar.

Baca juga: Miliki Peran Vital bagi Warga, Sungai Wuno Sigi Jadi Lokasi Ritual Adat Morra Keke

Selain itu, pengembangan industri berbasis komoditas lokal diharapkan mampu membuka lapangan kerja baru dan memperkuat ekonomi masyarakat di kawasan transmigrasi.

Kementerian Transmigrasi juga menggandeng kalangan akademisi untuk mendukung pengembangan komoditas unggulan tersebut.

Universitas Airlangga dan Universitas Hasanuddin akan terlibat dalam penyusunan kajian serta strategi pengembangan ekonomi kawasan.

Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong menyambut baik langkah tersebut karena sejalan dengan potensi daerah yang selama ini bertumpu pada sektor pertanian dan perkebunan.

Dengan dukungan pemerintah pusat, akademisi, dan masyarakat, Parigi Moutong diharapkan mampu menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi baru yang berbasis pada komoditas unggulan berorientasi ekspor.

Baca juga: BREAKING NEWS: Kemarau Panjang, Warga Lima Desa di Sigi Minta Hujan Turun Lewat Upacara Adat

Pengembangan durian, kakao, dan kelapa dinilai tidak hanya berpotensi meningkatkan kesejahteraan petani, tetapi juga memperluas akses produk lokal ke pasar internasional.(*)

Sumber: Tribun Palu
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved