Sulteng Hari Ini
Melemahnya Rupiah Bisa Tekan Akses Pendidikan Berkualitas
Menurut Fahmil, banyak kebutuhan pendidikan di Indonesia masih bergantung pada produk dan layanan.
Penulis: Ismet Togean 20 | Editor: Regina Goldie
Ia menegaskan bahwa menguatnya dolar dan melemahnya Rupiah seharusnya menjadi peringatan bagi pemerintah agar pembangunan pendidikan tidak hanya berorientasi pada aspek administratif dan formalitas semata.
“Pendidikan harus mampu melahirkan generasi yang memiliki kompetensi, kreativitas, dan kemandirian ekonomi agar Indonesia tidak terus-menerus berada dalam posisi rentan terhadap tekanan ekonomi global,” tegasnya Fahmi.
Fahmil menambahkan, kuat atau lemahnya suatu mata uang pada akhirnya juga mencerminkan kualitas sumber daya manusia yang dihasilkan oleh sistem pendidikan suatu negara. (*)
| Program Berani Lancar 2026 Tangani 24 Paket Jalan dan Jembatan di 12 Daerah Sulteng |
|
|---|
| Wahid Irawan Ajak Warga Sulteng Hentikan Kebiasaan Membakar Sampah Demi Jaga Iklim |
|
|---|
| Rangkaian HLH 2026 di Sulteng Berlangsung Sebulan, Ada Penanaman Mangrove hingga Fun Run |
|
|---|
| DLH Sulteng Terjunkan 3 Armada Pengangkut Sampah dalam Aksi Bersih Pantai Kampung Nelayan |
|
|---|
| Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, DLH Sulteng Gelar Aksi Bersih Pantai dan Edukasi Sampah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/89IAU890DAU9DA90AJPGGGG.jpg)