Tolitoli Hari Ini
Peringati Hari Laut Sedunia, Jemi Yusuf Ingatkan Kondisi Memprihatinkan Laut Tolitoli
Selain edukasi, Jemi juga menekankan pentingnya penyediaan infrastruktur dasar pengelolaan limbah.
Penulis: Citizen Reporter | Editor: mahyuddin
TRIBUNPALU.COM, TOLITOLI – Momentum Hari Laut Sedunia yang jatuh pada hari ini, Senin (8/6/2026), menjadi refleksi mendalam bagi kondisi perairan di Kabupaten Tolitoli, Sulawesi Tengah.
Berdasarkan data investigasi dan aksi evakuasi sukarela yang dilakukan oleh LSM Bumi Kita Nusantara (BKN) Tolitoli, sampah plastik dievakuasi dari perairan Bumi Cengkeh itu diperkirakan sebanyak 35 hingga 45 ton.
Itu termasuk dari perairan Pulau Lutungan, Kabetang, Simatang, dan Lingayan.
Anggota DPRD Tolitoli Jemi Yusuf menyebutkan, kondisi itu dipicu rendahnya perhatian dan kesadaran masyarakat, serta pemangku kepentingan terkait pengelolaan sampah plastik yang benar.
"Perilaku yang masih menjadikan laut dan badan-badan air seperti sungai, danau, dan rawa sebagai tong sampah harus dihentikan. Kita butuh langkah nyata untuk terus mengampanyekan dan mensosialisasikan pentingnya membuang sampah pada tempatnya," ujar Jemi Yusuf, Senin (8/6/2026).
Baca juga: BMKG Tetapkan Buol dan Tolitoli Siaga Tsunami Usai Gempa M 7,7 di Laut Sulawesi
Selain edukasi, Jemi juga menekankan pentingnya penyediaan infrastruktur dasar pengelolaan limbah.
Termasuk upaya pengadaan tong sampah di setiap rumah masyarakat, kompleks pertokoan, hingga area pasar agar sampah yang dihasilkan tidak berakhir di lautan.
Kondisi memprihatinkan di level lokal itu sejalan dengan potret buram kelautan global.
Laporan Penilaian Laut Dunia Ketiga (The Third World Ocean Assessment) yang diluncurkan hari ini, 8 Juni 2026, secara resmi mencatat adanya krisis yang semakin parah akibat perubahan iklim, penangkapan ikan berlebihan (overfishing), hilangnya keanekaragaman hayati, serta polusi laut yang masif.
Baca juga: Peningkatan Jaringan, PLN Jadwalkan Pemadaman Listrik di 3 Desa Tolitoli
Menurut Jemi, laut memainkan peran vital dalam menentukan iklim, menjaga kelestarian alam, menyokong ekonomi, serta menyediakan sumber pangan bagi miliaran orang.
Namun, aktivitas manusia telah membebani laut hingga melewati batas kemampuannya.
"Jangan lagi memperlakukan laut seolah-olah kekayaannya tidak akan pernah habis. Kita harus membangun cara pandang dan hubungan yang baru dengan laut, berlandaskan ilmu pengetahuan, hukum internasional, serta tanggung jawab bersama lintas generasi," ucap Legislator Golkar Tolitoli itu.(*)
| Aktivitas Tambang Ilegal di Baolan Tolitoli Ancam 50 Hektare Lahan LP2B dan Pasokan Air 4 Desa |
|
|---|
| Si Jago Merah Mengamuk di Pasar Tolitoli Sulteng, Asap Hitam Pekat Membumbung Tinggi |
|
|---|
| Polres Tolitoli Musnahkan 296,32 Gram Sabu, Hasil Kasus Narkoba 2026 |
|
|---|
| Pemkab Tolitoli Terbitkan Larangan Jual Beli Seragam di Lingkungan Sekolah |
|
|---|
| Tim SAR Gabungan Evakuasi Empat Nelayan yang Terapung Berjam-jam di Laut Tolitoli |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/Jemi-Yusuf-di-Hari-Laut-Sedunia-2026.jpg)