Rabu, 10 Juni 2026

Sulteng Hari Ini

PELNI Palu Pastikan Operasional Kapal Tetap Didukung Subsidi Pemerintah

Ia menjelaskan, operasional kapal penumpang PELNI merupakan bagian dari penugasan pemerintah yang mendapat dukungan subsidi.

Tayang:
Editor: Regina Goldie
TribunPalu/Zulfadli
Kepala Cabang PT Pelni Palu, Christian Moreys Nainggolan. 

Ringkasan Berita:
  • PT Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI) menegaskan harga tiket kapal penumpang di Sulawesi Tengah tetap stabil meski terjadi kenaikan harga BBM, karena tarif masih didukung melalui skema subsidi pemerintah.
  • Kepala Cabang PELNI Palu, Christian Moreys Nainggolan, menjelaskan operasional kapal termasuk bahan bakar diatur melalui kuota tahunan yang diajukan PELNI dan disetujui pemerintah, sehingga penyesuaian BBM tidak memengaruhi tarif penumpang.

TRIBUNPALU.COM - PT Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI) memastikan harga oprasional kapal tetap didukung pemerintah ditengah kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).

Kepala Cabang PT Pelni Palu, Christian Moreys Nainggolan, mengatakan hingga saat ini harga tiket kapal masih tetap normal dan belum mengalami kenaikan meski terjadi penyesuaian harga BBM.

Menurutnya, tarif tiket kapal penumpang PELNI masih mengacu pada skema subsidi pemerintah sehingga belum ada perubahan harga yang dibebankan kepada masyarakat.

“Untuk PT Pelni, terkait kenaikan ataupun penyesuaian tarif BBM yang sudah berjalan saat ini, tarif tiket masih tetap sama dengan tarif sebelumnya,” kata Christian saat ditemui di ruang kerjanya, Jl RA Kartini, Kelurahan Lolu Selatan, Kecamatan Palu Selatan, Kota Palu, Selasa (9/6/2026).

Ia menjelaskan, operasional kapal penumpang PELNI merupakan bagian dari penugasan pemerintah yang mendapat dukungan subsidi, termasuk untuk kebutuhan bahan bakar kapal.

Baca juga: Penyesuaian Harga BBM, PELNI Pastikan Harga Tiket Tidak Naik

Karena itu, penyesuaian harga BBM yang terjadi saat ini belum berpengaruh terhadap tarif tiket yang berlaku bagi penumpang.

Christian mengatakan kebutuhan BBM untuk operasional kapal diajukan PELNI kepada pemerintah setiap tahun melalui koordinasi dengan kementerian terkait.

Dari proses tersebut, pemerintah menetapkan kuota BBM yang digunakan untuk mendukung operasional kapal-kapal PELNI sepanjang tahun.

“Terkait subsidi, itu menyesuaikan dengan kebutuhan operasional yang diajukan PELNI kepada pemerintah agar operasional kapal dari Januari sampai Desember dapat terpenuhi,” ujarnya.

Meski belum ada kenaikan tarif, PELNI justru menyiapkan program stimulus bagi masyarakat berupa diskon tiket kapal sebesar 30 persen.

Baca juga: Atmosfer Piala Dunia 2026 di Banggai, Bendera Brasil Berkibar di Angkot

Program tersebut akan berlaku mulai 20 Juni hingga 15 Agustus 2026 atau bertepatan dengan periode libur sekolah.

Sebagai contoh, tarif tiket rute Pantoloan-Balikpapan yang saat ini berada di kisaran Rp154 ribu berpotensi turun menjadi sekitar Rp120 ribuan selama masa program diskon berlangsung.

Selain itu, Christian mengimbau masyarakat untuk membeli tiket lebih awal karena kuota diskon yang disediakan pemerintah terbatas.

Ia juga meminta calon penumpang membeli tiket melalui kanal resmi PELNI untuk menghindari penipuan.

“Masyarakat kami imbau memesan tiket jauh-jauh hari dan membeli melalui kanal resmi PELNI, baik di loket maupun melalui aplikasi PELNI Mobile,” pungkasnya. (*) 

Sumber: Tribun Palu
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved