Gempa Palu
Pemprov Sulteng dan Pemkab Sigi Gerak Cepat Tangani Dampak Gempa di Nokilalaki
Serta perlengkapan pengungsian, pendirian tenda darurat juga diprioritaskan untuk mengantisipasi warga yang masih khawatir.
Penulis: Andika Satria Bharata | Editor: Regina Goldie
Ringkasan Berita:
- Gempa yang mengguncang Kabupaten Sigi pada 16 Juni 2026 langsung direspons cepat oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dan Pemerintah Kabupaten Sigi.
- Wakil Gubernur Reny A. Lamadjido bersama Bupati Sigi Mohamad Rizal Intjenae dan Wakil Bupati Samuel Yansen Pongi turun ke Kecamatan Nokilalaki untuk meninjau kondisi warga dan memimpin rapat darurat penanganan bencana.
Laporan Wartawan Tribunpalu.com, Andika Satria Bharata
TRIBUNPALU.COM, SIGI - Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah bersama Pemerintah Kabupaten Sigi bergerak cepat merespons gempa bumi yang mengguncang wilayah Kabupaten Sigi pada Selasa (16/6/2026).
Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, Reny A Lamadjido, didampingi Bupati Sigi Mohamad Rizal Intjenae dan Wakil Bupati Sigi Samuel Yansen Pongi turun langsung ke Kecamatan Nokilalaki untuk meninjau kondisi warga terdampak sekaligus memimpin rapat darurat penanganan bencana.
Kunjungan tersebut dilakukan sebagai bentuk respons cepat pemerintah terhadap dampak gempa yang menyebabkan kepanikan warga serta kerusakan pada sejumlah bangunan di beberapa wilayah.
Dalam rapat darurat yang digelar di Kecamatan Nokilalaki, pemerintah menetapkan sejumlah langkah prioritas untuk memastikan penanganan pascagempa berjalan efektif dan tepat sasaran.
Salah satu keputusan utama adalah percepatan pendataan kerusakan rumah warga. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama pemerintah desa diinstruksikan untuk menyelesaikan pendataan awal.
Dalam, waktu 1 x 24 jam. Data tersebut akan menjadi dasar penyaluran bantuan dan penyusunan langkah penanganan selanjutnya.
Baca juga: Pascagempa 6,7, Bupati Parigi Moutong Keluarkan 8 Instruksi
Selain itu, distribusi logistik darurat juga menjadi perhatian utama. Pemerintah meminta seluruh pihak terkait mempercepat penyaluran kebutuhan dasar masyarakat, seperti makanan siap saji, air bersih.
Serta perlengkapan pengungsian, pendirian tenda darurat juga diprioritaskan untuk mengantisipasi warga yang masih khawatir kembali ke rumah akibat potensi gempa susulan.
Di sektor kesehatan, seluruh fasilitas pelayanan kesehatan diminta siaga penuh, selain pelayanan medis bagi warga yang mengalami luka atau gangguan kesehatan.
Pemerintah juga menyiapkan dukungan psikososial dan trauma healing bagi masyarakat, khususnya anak-anak dan kelompok rentan yang terdampak langsung oleh bencana.
Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, Bupati Sigi, dan Wakil Bupati Sigi turut mengimbau masyarakat agar tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan gempa susulan.
Warga juga diminta tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi serta selalu mengikuti arahan resmi dari pemerintah dan instansi terkait.
“Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dan Pemerintah Kabupaten Sigi berkomitmen penuh mendampingi masyarakat hingga kondisi benar-benar pulih dan situasi kembali kondusif,” demikian pesan yang disampaikan dalam rapat darurat tersebut.
Hingga Selasa malam, proses pendataan kerusakan dan distribusi bantuan darurat masih terus berlangsung di sejumlah desa terdampak di Kecamatan Nokilalaki.
Pemerintah memastikan seluruh kebutuhan mendesak masyarakat akan menjadi prioritas utama dalam penanganan pascagempa. (*)
| Update Gempa di Sulteng, 15 Rumah Rusak di Parigi Moutong |
|
|---|
| Operasional Terminal Peti Kemas Palu Berhenti Sementara Pascagempa M 6,7 |
|
|---|
| Gempa, Bayi Baru Lahir Dievakuasi ke Halaman RSUD Torabelo Sigi |
|
|---|
| BMKG Catat 71 Kali Gempa Susulan di Sulawesi Tengah, 8 Korban Luka |
|
|---|
| Kadis PUTR Sigi Pastikan Infrastruktur Utama Aman Pascagempa, Kerusakan Hanya Bersifat Minor |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/du09a-u90au-90dua90jpggg.jpg)