Prabowo Subianto Tulis Surat untuk Novel Baswedan, Begini Isinya

Calon presiden (capres) nomor urut 02 menuliskan sebuah surat untuk penyidik senior KPK, Novel Baswedan pada Rabu (10/4/2019).

Editor: Imam Saputro
Tribunnews/JEPRIMA
Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto. 

TRIBUNPALU.COM - Calon presiden (capres) nomor urut 02 , Prabowo Subianto menuliskan sebuah surat untuk penyidik KPK, Novel Baswedan.

Surat tersebut dituliskan pada Rabu (10/4/2019) dan dibagikan melalui akun Twitter miliknya.

Isi dari surat tersebut merupakan dukungan Prabowo kepada Novel terkait kejadian yang dialami Novel.

Prabowo menuliskan : "Doa dan semangat saya selalu untuk Bung Novel Baswedan. Maju terus pantang menyerah!" 

Berikut isi suratnya:

"Membela kebenaran dan kejujuran adalah kehormatan. Saya yakin Bung Novel Baswedan adalah pendekar pejuang dan pembela keadilan. Luka dan gugur dalam pertempuran adalah resiko sang pendekar.

Maju terus pantang menyerah!

10 April 2019

Prabowo Subianto," tulis Prabowo.

Seperti diketahui Novel sempat mengalami tragedi kriminalisasi berupa penyiraman air keras oleh orang tak dikenal.

Namun selama dua tahun kasus tersebut berjalan belum membuahkan hasil yang memuaskan.

Hal tersebut juga diungkapkan oleh Dahnil Anzar yang ingin segera kasus tersebut diselesaikan.

Hal tersebut ia ungkapkan dicuitan Twitter miliknya.

"Salah satu alasan sy bergabung dg @prabowo dan @sandiuno adl memastikan kasus penyerangan air keras terhdp Novel Baswedan berani diungkap."

"Meski sy tahu benar resiko yg hrs sy terima,dan tahu bener sekuat apa mrk."

"Tp,belajar dr Musa yg tak pernah menyerah melawan Firaun nan Gagah," cuit Dahnil, Selasa (9/4/2019).

Sebelumnya juga dikabarkan bahwa Capres 02, Prabowo Subianto akan menunjuk Novel baswedan sebagai kandidat Jaksa Agung.

Hal tersebut diungkapkan oleh juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Andre Rosiade.

"Ada wacana Mas Novel Baswedan akan menjadi jaksa agung, ada wacana Mas Bambang Widjojanto yang akan jadi jaksa agung, Busyro Muqoddas yang menjadi jaksa agung," ungkapnya saat ditemui di Gedung Dewan Pers, Jakarta, Jumat (29/3/2019), dikutip TribunPalu.com dari Kompas.com.

Diberitakan Kompas.com, tragedi penyiraman air keras terhadap penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan genap dua tahun pada 11 April 2019 mendatang.

Ketua Wadah Pegawai (WP) KPK Yudi Purnomo Harahap memandang, penanganan kasus Novel tak kunjung menemui titik terang.

"Tuntutan pegawai KPK tetap, yaitu meminta Presiden untuk mau membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta ( TGPF) Independen dibawah beliau (Joko Widodo)," kata Yudi dalam keterangan pers, Rabu (10/4/2019).

Menurut Yudi, melalui pembentukan TGPF, Presiden Jokowi bisa menunjukkan komitmennya dalam memberantas korupsi di Indonesia.

Ia melihat pembentukan TGPF merupakan solusi utama untuk menghentikan teror terhadap jajaran KPK.

"Sekaligus solusi bahwa satu-satunya cara menghentikan teror kepada KPK adalah menangkap pelaku terornya," ungkap dia.

Ia menyesalkan kasus ini tak kunjung terselesaikan.

Yudi menjelaskan, sudah banyak upaya teror terhadap jajaran KPK, mulai dari pimpinan hingga ke pegawai.

"Walaupun teror terus melanda, pegawai KPK konsisten terus menangkapi para koruptor tanpa peduli risiko yang dihadapi," kata dia.

Besok, Kamis (11/4/2019), WP KPK akan memperingati dua tahun kasus Novel.

WP KPK juga akan mengundang berbagai pihak untuk ikut dalam peringatan dua tahun kasus Novel.

"Pegawai KPK berterima kasih untuk seluruh masyarakat Indonesia. Karena itu akan semakin menyemangati kami dalam memberantas korupsi yang merupakan kejahatan luar biasa di negeri ini. Sehingga KPK akan mampu mewujudkan Indonesia yang bersih dari korupsi," kata dia.

Pada 11 April 2017, seusai melaksanakan shalat subuh di masjid tak jauh dari rumahnya, Novel tiba-tiba disiram air keras oleh dua pria tak dikenal yang mengendarai sepeda motor.

Cairan itu mengenai wajah Novel.

Kejadian itu berlangsung begitu cepat sehingga Novel tak sempat mengelak.

Tak seorang pun yang menyaksikan peristiwa tersebut.

Sejak saat itu, Novel menjalani serangkaian pengobatan untuk penyembuhan matanya.

(TribunPalu.com/Lita Andari Susanti)

Sumber: Tribun Palu
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved