Pemilu 2019

Gakkumdu Kabupaten Sigi Panggil Semua Terduga Kasus Dugaan Penggelembungan Suara

Dugaan penggelembungan suara itu dilakukan oleh Caleg Dapil IV nomor urut 2 bernama Anas.

Gakkumdu Kabupaten Sigi Panggil Semua Terduga Kasus Dugaan Penggelembungan Suara
Foto Facebook/Ikhaziry Lamaura
Komisioner Bawaslu Kabupaten Sigi, Dewi Tisnawaty Maloga 

TRIBUNPALU.COM, PALU-- Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah memproses dugaan kasus penggelembungan suara dalam Pemilu 17 April 2019 lalu yang melibatkan salah seorang calon legislatif.

"Semuanya sudah (dipanggil, red), sementara klarifikasi. Sekarang lagi proses," kata Komisioner Bawaslu Kabupaten Sigi, Dewi Tisnawaty Maloga, ditemui di Kantor Bawaslu Sigi, Kamis (16/5/2019).

Kasus penggelembungan suara itu diduga dilakukan oleh Caleg Dapil IV nomor urut 2 bernama Anas.

Dugaan itu berdasarkan dokumen C1 Salinan yang menunjukkan bahwa Caleg yang dimaksud hanya mendapatkan 1 suara di TPS II Desa Pesaku, Kecamatan Dolo Barat.

Masyarakat Adat Gimpubia Apresiasi Penyelenggaraan Pemilu 2019 yang Damai di Donggala

Sementara pada proses rekapitulasi penghitungan suara ditingkat Kecamatan oleh PPK, setelah dilakukan pencermatan dan pembandingan terhadap semua dokumen pada malam hari, tepatnya tanggal 6 April 2019 sekitar pukul 01.00 dinihari, ditemukan bahwa Caleg ata snama Anas LC, MHI mendapatkan 7 suara.

Atas hal ini Caleg di dapil yang sama bernama Eliyanti, keberatan dan melaporkan dugaan pelangaran itu ke Bawaslu Sigi melalui kuasa Hukumnya Amirullah SH.

Laporan di terima Bawaslu dengan Nomor: 07/LP/PL/26.11/Kab. Sigi/V/2019. Dugaan penggelembungan suara juga terjadi di TPS VII Desa Pesaku Kecamatan Dolo Barat, Kabupaten Sigi.

"Dipanggil semua itu yang berkaitan, PPK, KPU, PPS, mungkin akan berkembang terus sampai ke KPPS," tambah Plt Ketua Bawaslu Sigi.

Selesai dilakukan klarifikasi selanjutnya akan dilakukan agenda Sidang kasus dugaan penggelembungan suara di Pesaku tersebut.

Sementara itu Kuasa Hukim Elyanti, Amirullah SH mengatakan pelaporan di Bawaslu tersebut dilengkapi dengan barang bukti.

Tanggapan 7 Politikus hingga Rohaniawan Terkait Prabowo yang Menolak Hasil Pemilu 2019

Di tempat lain, tim Elyanti juga menemukan dugaan pelangaran lain yang diduga dilakukan oleh KPPS Desa Langgaleso di TPS 9 berupa tindakan salah menghitung suara yang merugikan Eliyanti.

Elyanti dan Anas LC hanya selisih 1 suara yang memenangkan Anas LC dalam hasil pleno KLC Sigi, tapi Eliyanti seharusnya yang menang jika tidak ada penggelembungan surat suara dan salah hitung suara.

Bahkan, Ketua KPPS Desa Langaleso TPS 9 mengakui bahwa memang benar ada kejadian saat perhitungan suara yang tercoblos 2 kali (Dicoblos pada nama Eliyanti dan dicoblos di partai Demokrat).

Namun pada saat perhitungan suara, dimasukkan di suara partai yang seharusnya suara Eliyanti.

(TribunPalu.com/Muhakir Tamrin)

Penulis: Haqir Muhakir
Editor: Bobby Wiratama
Sumber: Tribun Palu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved