Kabar Pemerintah
Mulai 1 Maret 2019, PLN Beri Insentif Diskon Tarif Listrik 900 VA
Siaran Pers PLN berikan diskon tarif listrik untuk sebanyak 21 juta pelanggan golongan R-1 900 VA RTM mulai 1 Maret 2019.
TRIBUNPALU.COM - PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) secara resmi memberikan insentif diskon untuk pelanggan R-1 900 VA RTM (Rumah Tangga Mampu).
Terhitung mulai 1 Maret 2019, insentif ini diberikan untuk efisiensi golongan R-1 900 VA RTM karena terjadi penurunan harga minyak dan kurs dollar.
Pemberian insentif tarif ini dilakukan karena PLN berhasil melakukan efisiensi.
Efisiensi yang dilakukan PLN yakni penurunan susut jaringan, perbaikan SFC (Specified Fuel Consumption) dan peningkatan CF (Capacity Factor) pembangkit.
Dari sebelumnya sebesar Rp 1.352 per kilowatt hour (KWh), nantinya golongan R-1 900 VA RTM hanya membayar sebesar Rp 1.300 per KWh.
Diskon ini berlaku bagi pelanggan listrik R-1 900 RTM yang jumlahnya mencapai 21 juta pelanggan.
Dikutip dari siaran pers di laman resmi PLN, www.pln.co.id, Executive Vice President Corporate Communication & CSR PLN, I Made Suprateka menyatakan bahwa listrik sudah menjadi kebutuhan dasar masyarakat saat ini.
Pasalnya, menurut Made, seluruh aktivitas masyarakat ditopang oleh pasokan listrik sehingga menjadi wajar jika diskon ini akan menjadi kabar bahagia bagi pelanggan.
“Dengan adanya diskon ini, PLN ingin memberikan ruang untuk pelanggan R-1 900 VA RTM agar dapat lebih banyak memanfaatkan listrik untuk menunjang kegiatan ekonominya dan dalam kegiatan kesehariannya,” jelas Made.
Made menambahkan bahwa diskon bagi RTM 900 VA ini tidak menyertakan syarat apapun.
“Silahkan nikmati diskon ini. Dan menggunakan listrik PLN dengan nyaman dan tentu saja aman,” pungkas Made.
Pertimbangan lain pemberian insentif ini dikarenakan kondisi harga ICP selama tiga bulan terakhir mengalami penurunan dari 62,38 USD/Barrel menjadi 56,55 USD/Barrel.
Dilansir suryamalang.com, Vice President (VP) Public Relation PLN, Dwi Suryo Abdullah menyatakan penurunan kurs dolar yang mengalami pelemahan ini akan terjadi dalam 3 sampai 4 bulan atau bahkan satu semester ke depan.
"Diskon ini PLN peroleh dari lifting minyak yang turun, kurs dolar untuk sementara mengalami penurunan biarpun hanya beberapa bulan," kata Dwi pada Kontan, Jumat (15/2/2019).
Dwi juga menjelaskan lebih lanjut terkait alasan pemberian diskon ini.