Keluarga Nelayan Wakatobi yang Disandera Abu Sayyaf Harapkan Bantuan Pemerintah RI

Dua WNI asal Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara, yang ditangkap kelompok Abu Sayyaf, Filipina, diketahui berasal dari Pulau Kaledupa.

Keluarga Nelayan Wakatobi yang Disandera Abu Sayyaf Harapkan Bantuan Pemerintah RI
THE STAR/ASIA NEWS NETWORK via straitstimes.com
Kelompok militan Abu Sayyaf di Filipina. 

TRIBUNPALU.COM - Dua warga negara Indonesia (WNI) asal Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara, yang ditangkap kelompok Abu Sayyaf, Filipina, diketahui berasal dari Pulau Kaledupa.

Kedua WNI tersebut bernama Hariadin dan Heri yang telah lama bekerja di kapal ikan di Malaysia.

Keponakan Hariadin, Fitri Amelia, mengatakan, kepastian pamannya itu ditangkap kelompok Abu Sayyaf setelah melihat video yang beredar di media sosial Facebook.

“Pertama saya buka Facebook, tiba-tiba saya lihat video dan setelah saya perhatikan, orang dalam video tersebut adalah paman saya. Paman saya memohon bantuan kepada pemerintah Indonesia agar dirinya dibebaskan karena sudah dua bulan lebih ditahan oleh Abu Sayyaf,” kata Fitri saat ditemui di rumahnya di Kota Baubau, Rabu (20/2/2019).

Militer Filipina mencari persembunyian Abu Sayyaf.
Militer Filipina mencari persembunyian Abu Sayyaf. (justreadonline.com)

Ia menjelaskan, penangkapan kelompok Abu Sayyaf diketahui dari istri Hariadin yang berada di Malaysia pada Desember 2018.

Setelah itu Hariadin hilang kontak.

Fitri menjelaskan, tiga pekan lalu pihak Kementerian Luar Negeri datang ke Wakatobi guna melihat rumah pamannya.

“Kami meminta bantuan Pemerintah Indonesia untuk dapat membantu membebaskannya (Hariadin). Ada permintaan tebusan sebesar Rp 10 miliar. Kami mau ambil di mana uang itu. Kami hanya masyarakat susah,” ujarnya.

Menurut Fitri, pamannya ditangkap kelompok Abu Sayyaf saat sedang menjaring ikan di perairan Sandaka Tawauf, Philipina.

“Harapan kami, mohon ditindaklanjuti bagaimana paman saya. Kami meminta bantuan dan mohon segara dibebaskan,” ucap Fitri. Sebelumnya, sebuah video penangkapan dua WNI asal Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara, oleh kelompok Abu Sayaf, Filipina, viral di media sosial, Rabu (20/2/2019).

Halaman
12
Editor: Rizkianingtyas Tiarasari
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved