Tips Kesehatan
Penelitian Buktikan Perasaan Kesepian Dapat Berbahaya Bagi Kesehatan
Penelitian tahun 2017 menemukan isolasi diri dari masyarakat, kesepian, dan hidup sendirian memiliki risiko kematian dini yang sama dengan obesitas.
TRIBUNPALU.COM - Sendirian dan kesepian merupakan hal yang sangat berbeda meski kerapkali dikaitkan satu sama lain.
Memang, setiap orang membutuhkan waktu sendirian untuk me-recharge tubuh dan pikiran, tapi jika sendirian terlalu lama hingga kesepian itu bukanlah hal yang baik.
Tahukah kamu, kesepian dapat membahayakan kesehatan?
Dikutip TribunPalu.com dari laman This is Insider, kesepian dapat mempengaruhi kesehatan, kualitas hidup, dan kesejahteraan hidup.
Kesepian dalam jangka waktu yang lama dapat meningkatkan risiko depresi dan penyakit jantung, memicu Alzheimer, serta menurunkan kemampuan belajar, menurut VeryWell Mind.
• Sauna Telapak Tangan hingga Putar Bola Mata, 6 Tips Sederhana Atasi Rasa Lelah Pada Mata
Sebuah penelitian tahun 2017 menemukan isolasi diri dari masyarakat, kesepian, dan hidup sendirian memiliki risiko kematian dini yang sama dengan obesitas.
Selama beberapa tahun terakhir, para peneliti telah mengidentifikasi indikator umum terkait kesepian dan beberapa cara yang dapat diambil untuk meredakan perasaan sepi tersebut.
1. Kesepian bisa meningkat seiring bertambahnya usia.
Dalam sebuah wawancara dengan Vox, Maike Luhmann, psikolog di University of Cologne, Jerman mengatakan orang pada umumnya akan mengalami beban perasaan kesepian pada usia 30 tahun.
Pada usia 50 tahun, perasaan kesepian itu juga datang lagi.
"Sudah pasti, tapi itu adalah fakta bahwa semakin banyak teman dan semakin banyak kontak dengan mereka akan mengurangi rasa kesepian," kata Maike.
• 4 Jus Buah untuk Menjaga Kesehatan Janin dan Ibu Hamil
Jika kamu menghabiskan waktu bersama orang yang juga merasa kesepian, itu malah akan menyebabkan atau malah memperburuk kesepianmu sendiri.
Menurut sebuah artikel tahun 2009 di Journal of Personality and Social Psychology, kesepian dapat menular atau menyebar dari satu orang ke orang lain dalam sebuah kelompok.
Mengungkapkan rasa terima kasih atau syukur untuk hal-hal baik dan orang-orang yang ada dalam hidup dapat meningkatkan kualitas kesehatan dan hubungan dengan orang lain.
Sementara, sebuah studi tahun 2010 yang diterbitkan dalam Clinical Psychology Review menemukan, rasa syukur juga dapat meningkatkan kesejahteraan hidup secara keseluruhan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/ilustrasi-kesepian11.jpg)