Kota Palu Alami Inflasi 0,72 Persen April 2019, BPS Sebut Penyebabnya Kenaikan Harga Bahan Makanan

Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Tengah mencatat Kota Palu mengalami inflasi sebesar 0,72 persen selama periode April 2019.

Kota Palu Alami Inflasi 0,72 Persen April 2019, BPS Sebut Penyebabnya Kenaikan Harga Bahan Makanan
TRIBUNPALU.COM/Muhakir Tamrin
Kepala Bidang Statistik Distribusi BPS Sulteng GA Nasser, saat menjelaskan indeks harga barang pokok di Kota Palu, Kamis (2/5/2019). 

TRIBUNPALU.COM, PALU - Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Tengah mencatat Kota Palu mengalami inflasi sebesar 0,72 persen selama periode April 2019.

Inflasi Kota Palu dipengaruhi naiknya indeks harga yang terjadi pada sekelompok bahan makanan sebesar 3,20 persen.

Diikuti naiknya harga kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,44 persen; kesehatan 0,20 persen; makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,10 persen; pendidikan, rekreasi dan olahraga 0,03 persen; serta sandang 0,02 persen.

Kepala Bidang Statistik Distribusi BPS Sulteng GA Nasser, saat menjelaskan indeks harga barang pokok di Kota Palu, Kamis (2/5/2019).
Kepala Bidang Statistik Distribusi BPS Sulteng GA Nasser, saat menjelaskan indeks harga barang pokok di Kota Palu, Kamis (2/5/2019). (TRIBUNPALU.COM/Muhakir Tamrin)

Kepala Bidang Statistik Distribusi BPS Sulawei Tengah GA Nasser mengatakan, meski kelompok penyumbang inflasi sebagian besar mengalami kenaikan harga, tetapi ada yang menjadi penekanan inflasi.

"Yakni indeks harga kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar selama April 2019 mengalami penurunan sebesar 0,09 persen," ujarnya, Kamis (2/5/2019).

Pada periode yang sama, inflasi tahunan alias year on year Kota Palu mencapai 5,55 persen.

Kenaikan indeks year on year tertinggi terjadi pada kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 9,77 persen.

Sementara, kelompok sandang mengalami kenaikan indeks terendah sebesar 1,69 persen.

Inflasi Kota Palu sebesar 0,72 persen disumbang oleh andil kelompok pengeluaran bahan makanan sebesar 0,62 persen; kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,08 persen; kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,02 persen.

Serta kelompok kesehatan dan kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga dengan andil masing-masing sebesar 0,01 persen.

"Sedangkan kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar memberikan andil negatif sebesar 0,02 persen," jelasnya.

(TribunPalu.com/Muhakir Tamrin)

Penulis: Haqir Muhakir
Editor: Rizkianingtyas Tiarasari
Sumber: Tribun Palu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved