Terkini Sulteng
Kekurangan Guru, Kepsek SD Inpres Tuva Ikut Turun Tangan Mengajar Murid Didiknya
Untuk mengantisipasi kekurangan guru, Obet sebagai kepala sekolah kerap turun mengajar.
Untuk mencukupi kekurangan tenaga pengajar itu, pihak sekolah belum lama ini mengangkat guru honorer.
"Beruntung mereka bisa bekerja sama," ujarnya.
Padahal kenyataanya, upah yang mereka dapat tidak sesuai dengan tanggung jawab yang mereka emban.
• Sindir Langkah Robert Rene Alberts Pindah ke Persib Bandung, Bos PSM Makassar: Kelihatan Tabiatnya
Mereka juga bekerja full time, sama seperti waktu guru PNS.
"Saya sangat menghargai perjuangan mereka karena sudah rela menyempatkan waktu mengabdikan diri sebagai tenaga pengajar," ungkapnya.
Sebagai Kepala Sekolah, tak jarang Obet mempertanyakan hal itu ke Unit Pelayanan Teknis (UPT) Dinas Pendidikan.
Ia selu berharap agar tenaga pengajar di Kecamatan Gumbasa yang berstatus PNS bisa bertambah.
"Kami memang butuh pengajar, tapi harus yang memiliki kapasitas," ujarnya.
Obet berharap agar ada kebijakan baru pemerintah mengenai kekurangan tenaga pengajar ini.
Karena kata dia, siswa SD masih butuh perhatian dan pendampingan.
"Apalagi jika sampai berkelahi dengan temannya, itu bisa terjadi, makanya perlu diawasi," tegasnyas.
Sementara untuk guru kelas, menurut Obet setiap satu guru harus menangani dua kelas.
"Karen saya sudah tekankan, menjadi guru kelas harus siap menangani dua kelas," katanya.
Untuk diketahui, jumlah keseluruhan tenaga pengajar di Sigi 70 orang yang sudah berstarus PNs.
Sementara untuk jumlah sekokah di kecamatan itu sebanyak 12
Dari 12 Sekolah Dasar di kecamatan tersebut, tercatat hanya 70 tenaga pengajar yang berstatus PNS.
Jumlah 70 pengajar tersebut sudah termasuk dengan kepala sekolah.
(Tribunpalu.com/Abdul Humul Faaiz).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/kepala-sd-inpres-tuva-obet-nego.jpg)