Pilpres 2019

Gubernur Longki Laporkan 3 Akun Terkait Hoax People Power, Satu Diantaranya Anggota DPRD Sulteng

Dalam laporan itu, Longki Djanggola, mengajukan beberapa nama dan satu di antaranya adalah anggota legislatif di DPRD Provinsi Sulteng

Gubernur Longki Laporkan 3 Akun Terkait Hoax People Power, Satu Diantaranya Anggota DPRD Sulteng
TRIBUNPALU.COM/Muhakir Tamrin
Kepala Biro Humas dan Protokol Pemerintah Provinsi Sulteng Haris Kariming, saat memperlihatkan bukti laporan H Longki Djanggola, di Kantor Gubernur Sulteng, Senin (20/5/2019). 

TRIBUNPALU.COM, PALU - Gubernur Provinsi Sulawesi Tengah, H Longki Djanggola, melaporkan 3 nama kepada Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah, Senin (29/5/2019) siang.

Laporan Gubernur Longki, terdaftar dengan nomor registrasi TBLP/31/V/2019/Ditreskrimsus tanggal 20 Mei 2019.

Dalam laporan itu tiga akun media sosial facebook dilaporkan atas dugaan pencemaran nama baik melalui ITE.

"Ini ada bukti laporan pengaduan dari beliau (Longki Djanggola, red) yang akan ditindaklanjuti dengan beberapa tahap sesuai dengan SOP Cyber Crime Polda Sulteng," ujar, Kepala Biro Humas dan Protokol Pemerintah Provinsi Sulteng, Haris Kariming.

Tahapannya, pengajuan dulu, kemudian ditindaklanjuti dengan gelar perkara, lalu penerbitan laporan polisi.

Diperiksa 2,5 Jam, Penyidik Ajukan 12 Pertanyaan ke Gubernur Longki Terkait Hoax People Power

Dalam laporan itu, Longki Djanggola, mengajukan beberapa nama media sosial (medsos) yang diduga menyebarluaskan berita bohong alias hoax yang isinya bersifat provokatif.

Sehingga menimbulkan ujaran kebencian kepada Longki secara pribadi, kemudian dugaan pelanggaran Undang-Undang ITE, dan pencemaran nama baik

"Di sini ada beberapa yang kami laporkan, yakni inisial DQ, MH, dan YB," jelasnya.

Dari ketiga akun medsos yang dilaporkan itu, satu di antaranya merupakan politisi dan menjabat sebagai anggota legislatif di DPRD Provinsi Sulteng.

H-2 People Power, Sandiaga Uno Masih Belum Bisa Pastikan Dirinya Ikut Aksi 22 Mei

Sementara dua lebihnya, Haris mengaku masih kesulitan untuk mengungkap identitasnya, dan menyerahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian.

"Mereka ini deketahui, diduga sangat aktif menyebarluaskan berita bohong tersebut ke sejumlah grup WA, dan halamn sejumlah media sosial facebook," terangnya.

(TribunPalu.com/Muhakir Tamrin)

Penulis: Haqir Muhakir
Editor: Bobby Wiratama
Sumber: Tribun Palu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved