Terkini Sulteng
Walhi Sulteng Sebut Banjir Morowali Akibat Aktivitas Tambang
Manager Kampanye Eksekutif Daerah Walhi Sulteng, Stevandi menyebut, banjir tersebut akibat aktivitas pertambangan.
Walhi Sulteng Sebut Banjir Morowali Akibat Aktivitas Tambang
TRIBUNPALU.COM, PALU - Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Sulawesi Tengah angkat bicara terkait banjir bandang yang melanda Kabupaten Morowali, Sabtu (8/6/2019) lalu.
Manager Kampanye Eksekutif Daerah Walhi Sulteng, Stevandi menyebut, banjir tersebut akibat aktivitas pertambangan.
Nenurutnya, banjir yang terjadi di tiga kecamatan Kabupaten Morowali, disebabkan menurunnya daya lingkungan.
"Seperti yang kita ketahui bahwa, morowali adalah salah satu kabupaten yang masif dilakukan eksploitasi sumber daya alam berbasis lahan," kata Stevandi, Selasa (11/6/2019).
• Mei 2019, Kota Palu Mengalami Inflasi 0,97 Persen
Eksploitasi sumber Daya Alam (SDA) berbasis lahan ini diyakininya berkolerasi dengan pembabatan hutan dan deforestasi.
Sehingga daya dukung lingkungan di wilayah tersebut akan turun.
Lebih kanjut kata Stevandi bahwa sebelum diterbitkannya PP Nomor 1 Tahun 2014 tentang pelaksanaan pertambangan mineral batu bara, di daerah itu begitu masif izin-izin eksploitasi.
"Seperti yang kita tahu, bahwa di tahun 2012 tercatat ada 189 IUP yang dikeluarkan oleh pemerintah daerah," ungkapnya.
Sehingga yang terjadi beberapa waktu lalu di Kabupaten Morowali ialah buah dari kebijakan pemerintah daerah.
"Mereka tidak mau melihat aspek lingkungan dalam pengambilan keputusan dalam beberapa tahun lalu itu," keluh Stevandi.
Dalam catatan Walhi Sulteng, dalam pemantauan citra satelit, terdapat 6 ribu hektare lahan di Kabupaten Morowali yang masuk dalan kategori lahan kritis.
Meski masih data awal, namun kata Stevandi pihaknya akan melakukan investigasi lebih mendalam mengenai kondisi tersebut.
• Sekda Provinsi Sulteng Apresiasi Tingkat Kehadiran ASN di Hari Pertama Pasca-Libur Lebaran
Angka ini cukup besar dan memprihatinkan. Sehingga, ada langkah-langkah serius dari pemerintah dalam menanggulangi persoalan tersebut.
Stevandi berharap pemda perlu perbaikan atau reboisasi kembali hutan dan lahan kritis yang ada di Morowali.
Bahkan mencabut izin-izin bermasalah yang sudah pasti berkontribusi terhadap kerusakan hutan.
"Saya pikir ini yang menjadi catatan penting kami dari Walhi sebagai perhatian pemerintah," pungkasnya.
(Tribunpalu.com/Abdul Humul Faaiz).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/stevandi22.jpg)