Viral Media Sosial

Viral di Facebook 'Kenapa Tidak Lurus Saja?' Begini Penampakan Ular Berjalan Lurus Seperti Kereta

Viral unggahan 'Kenapa Tidak Lurus Saja?', ternyata ular bisa berjalan lurus seperti kereta. Tonton videonya di sini!

Editor: Imam Saputro
Tangkapan Layar/YouTube Alberto Sanchez
Rectilinear, tekni ini memungkinkan seekor ular bisa berjalan lurus seperti kereta. 

TRIBUNPALU.COM - Sempat viral di Facebook sebuah kumpulan foto yang menunjukkan lika-liku jalanan, usus manusia, hingga seekor ular yang sedang berjalan pada awal bulan lalu.

Unggahan dengan keterangan 'Kenapa tidak lurus saja?' diunggah oleh akun Facebook Telefashion pada Kamis, (2/5/2019).

Unggahan ini pun mendapat banyak reaksi dan komentar dari warganet.

Sebab mewakili pertanyaan warganet, yakni mengapa tidak dibuat lurus saja?

Yang menjadi sorotan warganet ialah unggahan seekor ular yang turut dipertanyakan Telefashion.

Unggahan ini mendapatkan 447 komentar warganet yang berbeda pendapat di kolom komentar.

Beberapa menganggap bahwa ular memang tidak bisa bergerak lurus karena tidak mempunyai kaki.

Sementara, banyak pula komentar kocak yang warganet lontarkan karena menganggap mustahil seekor ular bisa berjalan lurus.

Namun, jangan salah, nyatanya ular mempunyai beberapa cara untuk bergerak, satu di antaranya ialah berjalan lurus seperti kereta.

Dikutip TribunPalu.com dari Kompas.com, berikut empat cara ular berjalan:

1. Serpetine

Cara ini sering kita lihat yakni ular berjalan berkelok-kelok seperti ular pada umumnya.

Gerakan ular ini dilakukan ketika melalui bidang terbuka yang kasar atau sedang melewati air.

2. Concertina

Pada cara ini terlihat ular bergerak menarik tubuhnya hingga tertekuk dan meluruskan tubuhnya untuk bergerak maju.

3. Sidewinding

Di mana ular membuat gelombang ke samping dan atas-bawah.

Gerakan ini membantu ular untuk bergerak cepat sambil mengurangi kontak langsung dengan tanah.

Gerakan ini biasanya dilakukan spesies ular dengan habitat pada gurun.

4. Rectilinear

Pada gerakan ini, ular akan bergelak lurus dengan sedikit gerakan ke samping menyerupai kereta.

Tonton videonya di sini:

Menurut pakar biologi dari Universitas Cincinnati, Bruce Jayne, yang mempelajari mekanika gerakan ular, rectilinear digunakan ketika ular berada di tempat sempit, seperti liang.

“Ini adalah gerakan yang sangat bagus untuk bergerak di tempat sempit dan tertutup. Banyak ular berbadan berat yang menggunakan lokomosi ini: beludak, boa pembelit, anakonda dan piton,” ujarnya, seperti dilansir dari siaran pers resmi Universitas Cincinnati pada 2018.

Kepunahan Massal di Ambang Mata, Serangga Jadi Korban Pertamanya

Gerakan rectilinear pertama kali dipelajari oleh pakar biologi H.W. Lissman pada 1950.

Pada saat itu, Lissman berhipotesis bahwa ular bergerak lurus dengan menggabungkan perutnya yang fleksibel dengan ototnya.

Jayne dan koleganya, Steven Newman, yang pada saat itu adalah mahasiswanya kemudian menguji hipotesis Lissman menggunakan kamera digital berdefinisi tinggi untuk merekam gerakan boa pembelit ketika bergerak lurus di lantai hutan.

Mereka juga merekam kejutan listrik yang dikeluarkan oleh otot ular tersebut untuk menghasilkan citra electromyogram yang menunjukkan koordinasi antara otot, kulit dan tubuh ular.

Hasilnya menunjukkan bahwa ketika ular bergerak lurus, kulit pada perutnya menjadi lebih tegang dibandingkan kulit di dada atau punggung.

Sisik pada area perut kemudian bekerja seperti tapak ban yang memberikan daya tarik pada tanah, sementara otot menarik kerangka internal ular maju.

Gerakan ini bisa terjadi karena otot-otot ular teraktifkan dari kepala ke ekor secara berurutan.

Rotasi Bumi Melambat, Frekuensi Terjadinya Gempa Besar Meningkat

Newman menjelaskan, kolom vertebral bergerak kedepan pada angka konstan.

Satu set otot menarik kulit maju dan menjadi tertanam di tempat.
Lalu otot antagonistik lawannya menarik kolom vertebral.

Meskipun lebih lambat dari ketiga gerakan lainnya, rectilinear memiliki keuntungan tersendiri.

Seperti dijelaskan di atas, gerakan ini bisa digunakan oleh ular untuk masuk ke liang yang berukuran hampir sama dengan tubuhnya.

Dengan demikian, ular bisa berlindung dari predator atau kondisi lingkungan yang buruk, atau memburu hewan pengerat yang hidup di dalam tanah.

(TribunPalu.com/Kompas.com)

Sumber: Tribun Palu
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved