Sakit Hati Diskors Pihak Sekolah, Mantan Guru Honorer Curi Belasan Komputer di Sekolah

Ia dilarang mengajar selama sembilan bulan, semenjak tanggal 16 Desember 2018.

Sakit Hati Diskors Pihak Sekolah, Mantan Guru Honorer Curi Belasan Komputer di Sekolah
Kompas.com
Ilsutrasi Pencuri Rumah Kosong 

TRIBUNPALU.COM, SURABAYA - Subagio Maulana (27) mantan guru honorer sekolah dasar (SD) yang mencuri perangkat komputer di sekolah tempatnya mengajar, mengaku sakit hati.

Dihadapan lensa kamera awakmedia, seraya menundukkan kepala, Subagio merasa sakit hati kepada pihak-pihak yang menskors dirinya.

Ia dilarang mengajar selama sembilan bulan, semenjak tanggal 16 Desember 2018.

"Motivasi hanya sakit hati, saya diskors dari instansi sekolah dan Dinas Pendidikan Surabaya," kata Subagio.

Saat ditanya penyebab dirinya diskors, Subagio mengaku, dirinya diskors karena masalah kedisiplinan kerja.

"Saya diskors 9 bulan, masalah kedisiplinan kerja, sejak itu saya sudah nganggur," katanya.

Kendati demikian, sebenarnya ia merasa keberatan dengan skorsing yang membuat karir mengajarnya terhenti.

Ia menilai, laporan perilaku tidak disiplin yang menyebabkan dirinya diskors, seakan dibuat-buat.

"Sebenarnya kalau polisi di cek melalui absensi di sana absensinya sudah pakai geometri semua atau pakai sidik jari," jelas dia.

"Waktu itu saya sudah bilang kalau menilai jangan dari mulut ke mulut teman saya tuh Bang kalau duduk pakai bahasa 'iki lho gak tau melebu' di hadapan dinas," imbuhnya.

Itulah mengapa, enam bulan kemudian, Subagio yang gelap mata, memutuskan untuk mencuri 17 perangkat elektronik milik dua SD tempatnya mengajar.

Sekadar diketahui, Subagio Maulana merupakan mantan guru honorer yang sempat mengajar mata pelajaran olahraga di dua SD yang menjadi target pencurian yang dilakukanya seorang diri.

Pertama, di SDN Banyu Urip IX Jalan Girilaya No 3, Surabaya. Subagio mengaku telah mengajar mata pelajaran tersebut selama 15 tahun.

Kedua, SDN Petemon II/350, ia terhitung baru mengajar sekitar dua tahun terakhir. (Tribunjatim.com/Luhur Pambudi)

Artikel ini telah tayang di Tribunjatim.com dengan judul Mantan Guru Honorer di Surabaya Curi 17 Komputer SD, Mengaku Sakit Hati Karena Diskors Mengajar

Editor: Rohmana Kurniandari
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved