Musim Haji 2019, Suhu di Mekkah dan Madinah Jumat 12 Juli 2019 Mencapai 43 Derajat Celcius
Penyelenggaraan ibadah haji tahun ini bertepatan dengan musim panas. Jemaah calon haji pun diimbau untuk mewaspadainya.
TRIBUNPALU.COM - Prakiraan cuaca di Mekkah dan Madinah pada musim haji 2019, Jumat (12/7/2019).
Penyelenggaraan ibadah haji tahun ini bertepatan dengan musim panas.
Bahkan suhu di Mekkah dan Madinah disebut-sebut mencapai 50 derajat celcius.
Jemaah calon haji pun diimbau untuk mewaspadai cuaca panas yang menyengat di tanah suci.
Mengutip dari laman accu weather, suhu di Mekkah pada Jumat (12/7/2019) diperkirakan mencapai 42 derajat celcius.
Di pagi hari, cuaca terpantau cerah dengan suhu mencapai 41 derajat celcius.
• 8 Makanan Khas Indonesia yang Jadi Bekal Saat Haji, Rendang hingga Sambal Teri Jadi Obat Rindu
Kecepatan angin juga terpantau cukup tenang, mencapai 9 km/jam dengan kelembapan mencapai 13 persen.
Sedangkan pada siang hari, cuaca diprediksi cerah berawan.
Tercatat suhu di siang hari mencapai 42 derajat celcius.
Menjelang petang hari, suhu udara di Mekkah cenderung lebih hangat, yakni 37 derajat celcius dengan kecepatan angin 2 km/jam.
• Nenek Tiwa Asal Madura: Jemaah Calon Haji Tertua di Jawa Timur Berusia 103 Tahun
Suhu berangsur turun menjelang tengah malam di mana suhu mencapai 31 derajat celcius.
Tak jauh berbeda dengan Mekkah, suhu udara di Madinah juga terbilang cukup panas pada Jumat (12/7/2019).
Tercatat di pagi hari, suhu di Madinah mencapai 40 derajat celcius dengan sebagian besar wilayah berawan.
Kecepatan angin mencapai 13 km/jam dan kelembapan udara mencapai 13 persen.
Suhu udara meningkat kala siang hari yakni 43 derajat celcius.
Sementara itu, suhu berangsur menurun pada petang hari di mana suhu mencapai 39 derajat celcius dan 32 derajat celcius pada tengah malam.
• Prakiraan Cuaca 33 Kota Besar Indonesia, Jumat (12/7/2019), Sejumlah Wilayah Diguyur Hujan
Mengingat suhu di Mekkah dan Madinah cukup terik, para jemaah calon haji pun diimbau untuk disiplin memakai masker dan banyak minum air.
"Masker sangat penting untuk di pakai saat di Mekkah dan Madinah. Tidak hanya itu, perbanyak minum air untuk mencegah penyakit selama ibadah haji," ungkap Kepala Kemenag Kabupaten Pekalongan Kasiman Mahmud Desky, dikutip dari TribunJateng.com.
Selain itu, perlengkapan lain seperti sandal, payung, dan kacamata ultraviolet perlu disiapkan untuk antisipasi cuaca panas di Arab Saudi.
Cuaca Ekstrem, Pekerja di Arab Saudi Dilarang Bekerja di Luar Ruangan Pada Siang Hari
Diberitakan sebelumnya, Kementerian Tenaga Kerja dan Pembangunan Sosial Kerajaan Saudi Arabia mengumumkan larangan bekerja di luar ruangan pada siang hari.
Mengutip dari Serambinews.com, larangan yang diumumkan pada hari Minggu (9/6/2019) lalu dan mulai berlaku pada 15 Juni hingga 3 bulan mendatang.
Larangan bekerja di luar ruangan pada siang hari ini diterbitkan menyusul panasnya suhu cuaca di Arab Saudi.
Sebuah video yang dipublish di channel Youtube Saudi Indonesia merekam derajat panas di Kuwait, Arab Saudi, dan Oman, semuanya di atas 50 derajat celcius.
“Menghadapi musim panas tahun ini, Kementerian Tenaga Kerja dan Pembangunan Sosial telah merilis larangan bekerja di luar ruangan pada siang hari, mulai 15 Juni hingga 3 bulan mendatang,” demikian bunyi keterangan di video yang dipublish pada Selasa (11/6/2019) tersebut.
Dalam pengumuman itu, Kementerian Tenaga Kerja melarang kepada seluruh perusahaan memperkerjakan karyawan mereka di bawah matahari, mulai pukul 12 siang sampai pukul 3 sore, sejak 15 Juni hingga 15 September 2019.
Khaled Abal Khail, juru bicara kementerian, mengatakan bahwa semua perusahaan telah diinstruksikan untuk memastikan pekerjanya bekerja di dalam ruangan selama tiga jam dalam periode tersebut, sebagaimana laporan Saudi Press Agency (SPA).
Dia mengatakan bahwa kementerian memonitor atas perlindungan, keselamatan, dan kesehatan pekerja di sektor swasta.
Setiap perusahaan harus menyediakan lingkungan kerja yang aman dan jauh dari bahaya kesehatan.
(TribunPalu.com/Rohmana Kurniandari, Serambinews.com)