Kamis, 16 April 2026

Peduli Lingkungan, Alfamart Gunakan Plastik Daur Ulang 'Tasini'

PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk atau Alfamart mulai menggunakan tas plastik daur ulang sebagai kampanye mengurangi sampah plastik

Editor: Imam Saputro
Fitri Wulandari
PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk atau Alfamart meluncurkan recycle ecobag 'Tasini' di Alfa Tower, Tangerang, Banten, Kamis (11/7/2019) 

TRIBUNPALU.COM - Tingginya angka penggunaan plastik di Indonesia, membuat banyak pihak mulai menyadari pentingnya mengurangi limbah satu ini demi melestarikan lingkungan.

Indonesia memang diketahui merupakan negara penghasil sampah terbesar nomor 2 di dunia, banyak perusahaan ritel pun kini mulai mengganti penggunaan plastik dengan tas belanja.

Bahkan program Kantong Plastik Tidak Gratis (KPTG) mulai ditawarkan banyak pusat perbelanjaan serta perusahaan, satu diantaranya PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk atau Alfamart.

Dalam acara peluncuran 'Recycle Ecobag Tasini', Corporate Affairs Director Alfamart Solihin mengatakan bahwa penerapan plastik berbayar seharga Rp 200 sekadar untuk mengingatkan agar masyarakat sadar lingkungan.

13 Anggota Polri Lolos Seleksi Administrasi Calon Pimpinan KPK

"Bukan tentang mengapa harga 200 rupiah per kantong plastik diberikan kepada konsumen, tapi bagaimana agar bersama-sama kita sadar untuk ikut pedulu terhadap lingkungan," ujar Solihin dalam acara yang digelar di Alfa Tower, Tangerang, Banten, Kamis (11/7/2019).

Perlu diketahui, sejak 2018 lalu, Alfamart telah menerapkan konsep 5R yakni Refuse, Reduce, Reuse, Recycle dan Rethink pada seluruh karyawannya.

Mulai dari penggunaan botol minum isi ulang (tumbler) hingga membawa kotak makanan sendiri sebagai bukti kepedulian terhadap lingkungan.

Oleh karena itu, Alfamart pun menggandeng organisasi lingkungan sekaligus perusahaan sosial 'Making Oceans Plastic Free' yang berbasis di Indonesia dan Jerman dalam peluncuran 'Tasini'.

Salah satu penggagas Making Oceans Plastic Free, Roger Spranz mengatakan bahwa 'Tasini' merupakan hasil positif dari bentuk daur ulang sampah plastik.

Ia menjelaskan sampah plastik yang menumpuk di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) disortir dan didaur ulang menjadi 'Tasini', sehingga bisa digunakan sebagai alat penyimpan saat berbelanja sekaligus pengganti kantong plastik.

"Sampah plastik yang tidak didaur ulang akan menumpuk di TPA dan mencemari lingkungan, Tasini adalah (produk) hasil memanfaatkan plastik bekas yang didaur ulang," kata Spranz.

Tasini merupakan sebuah produk menyerupai gantungan kunci yang dikemas unik menyerupai 3 bentuk hewan dan dapat difungsikan pula sebagai tas belanja.

Jacksen F Thiago Kembali Tangani Persipura Jayapura

Hal itu karena di dalam boneka kecil berwujud hiu, kura-kura dan gurita itu, terdapat lipatan tas belanja.

"Kami mendesain tasini dengan karakter hewan laut untuk meningkatkan kesadaran (masyarakat) akan ekosistem yang ingin kami lindungi, berupa gantungan kunci dengan tas lipat di dalamnya," jelas Spranz.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved