Palu Hari Ini
Palu Hari Ini: Tanggapan Walhi Sulteng Terkait Penanganan Sampah di Palu
Walhi meminta Dinas Lingkungan Hidup Kota Palu, harus keluar dengan konsep yang lebih konkret secara mendasar.
TRIBUNPALU.COM, PALU - Penanganan sampah sudah menjadi persoalan klasik di Kota Palu, Sulawesi Tengah.
Bahkan Pemerintah Kota Palu disebut belum berhasil menanggulangi volume sampah sejak dulu.
Hal itu diungkapkan Manager Kampanye dan Perluasan Jaringan Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Sulawesi Tengah, Stevandi, melalui sambungan telepon, Jumat (12/7/2019).
"Dalam data penilaian Adipura MENLHK tahun 2017-2018, Palu masuk dalam kota sedang paling kotor bersanding bersama Kupang dan Kota Sorong," ujarnya.
• Palu Hari Ini: Gerombolan Sapi Berkeliaran di Sekitar SPBU Kayumalue Palu
Stevandi mengungkapkan bahwa Kepala Bidang Persampahan, Dinas Lingkungan Hidup Kota Palu menjelaskan polemik volume sampah di Kota Palu makin meningkat pascabencana.
Sementara dalam penanganan masalah sampah pemerintah memiliki keterbatasan armada dan pekerja dalam penyelesaian masalah ini.
Sehingga dalam soal ini, Walhi Sulawesi Tengah mencatat bahwa persoalan sampah yang disampaikan oleh Kepala Bidang persampahan Dinas Lingkungan Hidup, Kota Palu harusnya keluar dengan data.
"Jangan hanya menyampaikan volume sampah, tapi data riilnya soal jumlah volume sampah tidak terpublis," tegasnya.
Selain itu, Stevandi menegaskan bahwa pemerintah seharusny atidak melulu menjelaskan hambatan penanganan sampah karena kekurangan armada.
• Sulteng Hari Ini: Polair Polda Sulteng Periksa Sejumlah Pihak Terkait Hilangnya KM Lintas Timur
"Ini alasan sudah dari dulu dan terkesan ingin menyelesaikan persoalan sampah dengan menambah armada dalam artian logika proyek pengadaan," sebutnya.
Ia berharap, pemerintah daerah dalam hal ini Dinas Lingkungan Hidup Kota Palu, harus keluar dengan konsep yang lebih kongkret secara mendasar.
Lebih lanjut Stevandi menjelaskan di tahun 2016, Walhi Sulteng pernah memberikan konsep E-Sampah pada pemerintah daerah.
Sebagaimana persoalan penanganan sampah di Kota Palu sudah perlu berbasiskan aplikasi.
"Apalagi kita tahu, rata-rata penduduk kota sudah menggunakan gadget. Nah, ini bisa dimanfaatkan," harapnya.
Ia mencontohkan misalnya ada aplikasi khusus sampah di Kota Palu, masyarakat bisa langsung hubungi petugas sampah bila terjadi penumpukan sampah atau sebagainya.
Hanya saja Stevandi mengingatkan bahwa perlu mendorong kesadaran masyarakat luas soal sadar akan kebersihan lingkungan.
"Karena dengan membeli armada sebanyak apapun, tapi bila tidak di sokong oleh kesadaran masyarakat, maka armada yang ada hanya akan sia," tutupnya.
(Tribunpalu.com/Abdul Humul Faaiz).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/tumpukan-sampah-di-jl-rono-kelurahan-lere-kecamatan-palu-barat.jpg)