Haji 2019

Suhu Udara di Mekkah dan Madinah Sabtu (13/7/2019) Diperkirakan Capai 44 Derajat Celcius

Jemaah calon haji diimbau untuk mewaspadai cuaca panas yang menyengat di tanah suci.

Suhu Udara di Mekkah dan Madinah Sabtu (13/7/2019) Diperkirakan Capai 44 Derajat Celcius
https://search.kompas.com/search/?q=haji&submit=Submit
Jemaah Haji 

TRIBUNPALU.COM - Suhu udara di Mekkah dan Madinah pada musim haji 2019, Sabtu (13/7/2019).

Penyelenggaraan ibadah haji tahun ini bertepatan dengan musim panas.

Bahkan suhu di Mekkah dan Madinah disebut-sebut mencapai 50 derajat celcius.

Jemaah calon haji pun diimbau untuk mewaspadai cuaca panas yang menyengat di tanah suci.

Mengutip dari laman accu weather, suhu di Mekkah pada Sabtu (13/7/2019) diperkirakan mencapai 44 derajat celcius.

Musim Haji 2019, Suhu di Mekkah dan Madinah Jumat 12 Juli 2019 Mencapai 43 Derajat Celcius

Di pagi hari, cuaca terpantau cerah dengan suhu rata-rata mencapai 42 derajat celcius.

Pada pukul 09.00, suhu di Mekkah diprediksi mencapai 36 derajat celcius.

Kemudian suhu meningkat pada siang hari.

Dalam laman tersebut disebutkan bahwa suhu tertinggi diperkirakan akan terjadi pada pukul 14.00, yakni mencapai 44 derajat celcius.

Kecepatan angin di siang hari mencapai 13 km/jam, sedangkan kelembapan mencapai 10 persen.

Jangan Sampai Salah, Berikut Ciri-ciri Petugas Haji dari Indonesia di Tanah Suci

Menjelang petang hari, suhu udara di Mekkah turun menjadi 38 derajat celcius dengan kecepatan angin 4 km/jam.

Suhu berangsur turun pada tengah malam di mana suhu mencapai 31 derajat celcius.

Tak jauh berbeda dengan Mekkah, suhu udara di Madinah juga terbilang cukup terik pada Sabtu (13/7/2019).

Cuaca di Madinah pada pagi hari diperkirakan cerah dengan suhu mencapai 40 derajat celcius.

Sementara, kecepatan angin mencapai 11 km/jam dan kelembapan udara mencapai 12 persen.

Suhu udara terus meningkat mulai pukul 09.00 hingga 16.00.

8 Makanan Khas Indonesia yang Jadi Bekal Saat Haji, Rendang hingga Sambal Teri Jadi Obat Rindu

Di mana pada pukul 09.00 suhu diprediksi mencapai 35 derajat celcius dan meningkat hingga 40 derajat celcius pada pukul 12.00.

Sedangkan suhu tertinggi di Madinah diperkirakan terjadi pada pukul 16.00-17.00 dengan suhu mencapai 43 derajat celcius.

Sementara itu, suhu berangsur menurun pada petang hari di mana suhu mencapai 40 derajat celcius dan 32 derajat celcius pada tengah malam.

Nenek Tiwa Asal Madura: Jemaah Calon Haji Tertua di Jawa Timur Berusia 103 Tahun

Perbedaan cuaca antara Indonesia dan Arab Saudi tak jarang membuat para jemaah banyak mengalami kendala.

Untuk itu, para jemaah calon haji pun diimbau untuk menjaga kesehatan dengan minum air putih yang banyak dan makan buah.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar), Ridwansyah.

Ridwansyah tak merasa heran jika banyak jemaah yang mudah terserang penyakit karena perbedaan cuaca tersebut.

"Udara disana beda dengan Indonesia dan Kalbar, tingkat kelembabannya rendah, sehingga udara kering jadi tidak heran ada yang mudah terkena batuk, mimisan dan sakit," ucap Ridwansyah saat diwawancarai, Selasa (9/7/2019), seperti dilansir dari TribunPontianak.com.

8 Tahun Sisihkan Penghasilan, Pedagang Sayur Keliling Ini Bisa Naik Haji

Selain itu, Kepala Kemenag Kabupaten Pekalongan juga mengimbau para jemaah untuk disiplin memakai masker.

"Masker sangat penting untuk di pakai saat di Mekkah dan Madinah. Tidak hanya itu, perbanyak minum air untuk mencegah penyakit selama ibadah haji," ungkap Kepala Kemenag Kabupaten Pekalongan Kasiman Mahmud Desky, dikutip dari TribunJateng.com.

Perlengkapan lain seperti sandal, payung, dan kacamata ultraviolet juga perlu disiapkan untuk antisipasi cuaca panas di Arab Saudi.

(TribunPalu.com/Rohmana Kurniandari)

Penulis: Rohmana Kurniandari
Editor: Bobby Wiratama
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved