Polemik Menu Tulis Tangan Garuda Indonesia, Tanggapan Maskapai hingga Pengunggah Dilaporkan Polisi

Sebuah foto daftar menu kelas Bisnis yang ditulis tangan di pesawat Garuda Indonesia sempat beredar viral di media sosial beberapa hari lalu.

Instagram/rius.vernandes
Unggahan akun instagram @rius.vernandes mengenai kartu menu kelas bisnis maskapai Garuda Indonesia yang disebut hanya ditulis tangan. Screenshot diambil pada Minggu (14/7/2019). 

TRIBUNPALU.COM - Belum lama ini, maskapai kebanggaan Tanah Air Garuda Indonesia mengalami masalah soal foto daftar menu.

Sebuah foto daftar menu kelas Bisnis yang ditulis tangan di pesawat Garuda Indonesia sempat beredar viral di media sosial beberapa waktu lalu.

Foto daftar menu makanan kelas Bisnis di Garuda Indonesia diunggah di fitur Story akun Instagram @rius.vernandes.

Rius Vernandes sendiri merupakan seorang YouTuber sekaligus travel vlogger.

Foto tersebut diunggah pada Sabtu (13/7/2019).

Dalam foto tersebut, terdapat menu Appetizer yang terdiri atas Tuna Salad, Beef Soto Soup, dan Mushroom Soup.

Sementara itu, menu Fish Baramundi with Potato and Asparagus, Beef Steak with Potato and Broccoli, Lamb Chop Gulai with Steam Rice, dan Vegetable Canneloni Pasta berada dalam pilihan Main Course.

Terakhir, menu untuk Dessert mencakup Crème Brûlée dan Pudding Hazelnut with Ice Cream.

Beda Pasar Harga, Garuda Indonesia Tak Terdampak Signifikan oleh Diskon Tiket Pesawat LCC

Menu yang diunggah disebut sebagai daftar sajian dalam penerbangan rute Sydney-Denpasar.

Unggahan akun instagram @rius.vernandes mengenai kartu menu kelas bisnis maskapai Garuda Indonesia yang disebut hanya ditulis tangan. Screenshot diambil pada Minggu (14/7/2019).
Unggahan akun instagram @rius.vernandes mengenai kartu menu kelas bisnis maskapai Garuda Indonesia yang disebut hanya ditulis tangan. Screenshot diambil pada Minggu (14/7/2019). (Instagram/rius.vernandes)

Rius pun menuliskan keterangan dalam unggahan Insta Story-nya, "Menu yang dibagiin tadi di Business Class @garuda.indonesia tadi dari Sydney-Denpasar. Menunya masih dalam proses percetakan, pak."

Persoalan unggahan daftar menu kelas Bisnis Garuda Indonesia oleh Rius Vernandes ini pun masih berlanjut.

Berikut TribunPalu.com merangkum perjalanan kasus unggahan daftar menu kelas Bisnis Garuda Indonesia yang viral di media sosial dari laman Kompas.com dan Tribunnews Network.

1. Garuda Indonesia sempat membantah.

Saat diklarifikasi oleh Kompas.com pada Minggu (14/7/2019), VP Corporate Secretary Garuda Indonesia M. Ikhsan Rosan membantah.

M. Ikhsan membantah jika kartu menu tulisan tangan yang diunggah Rius Vernandes merupakan kartu menu milik Garuda Indonesia yang sengaja dibagikan untuk penumpang kelas bisnis.

"Jadi sebenarnya itu bukan (kartu menu). Kita punya kartu menu, cuma yang difoto itu catatan awak kabin pribadi. Itu kan tulis tangan, catatan pribadi awak kabin. Nah pertanyaannya kenapa dia share itu sebagai kartu menu, begitu," ujar M. Ikhsan

Sementara itu, pihak Garuda Indonesia juga telah mengklarifikasi hal tersebut kepada pihak yang bersangkutan.

Pihak Garuda Indonesia juga belum mendapat keterangan pasti soal asal-usul kartu menu yang ditulis tangan tersebut.

M. Ikhsan berkata, "Enggak tahu dari mana dia dapat. Dan kalau misalnya itu kartu menu kan harusnya penumpang lain juga, tapi enggak ada yang lain share. Itu juga jadi pertanyaan kami dari mana dia dapat itu dan mengapa dia share."

Ia meminta maaf atas kesalahpahaman ini dan memastikan bahwa Garuda Indonesia telah menyediakan kartu menu sesuai standar kelas bisnis.

2. Pihak Garuda Indonesia sempat meminta maaf.

Rius Vernandes pun telah mengunggah foto lain yang memperlihatkan ruangan customer service milik Garuda Indonesia.

Rius menyebut, pihak Garuda Indonesia pun sudah meminta maaf.

"Intinya Garuda Indonesia minta maaf soal ini. Aduh asli gue juga enggak marah atau gimana. Gue cuma sedang menjalankan job gue sebagai reviewer pesawat. Share apapun yang terjadi di pesawat, gitu doang," tulis Rius.

Unggahan akun instagram @rius.vernandes mengenai kartu menu kelas bisnis maskapai Garuda Indonesia yang disebut hanya ditulis tangan. Screenshot diambil pada Minggu (14/7/2019).
Unggahan akun instagram @rius.vernandes mengenai kartu menu kelas bisnis maskapai Garuda Indonesia yang disebut hanya ditulis tangan. Screenshot diambil pada Minggu (14/7/2019). (Tangkapan layar Instagram Story @rius.vernandes)

3. Rius Vernandes unggah video yang menunjukkan kartu menu tulis tangan Garuda Indonesia.

Terkait unggahan foto daftar menu tulisan tangan, Rius Vernandes memberikan penjelasan lebih lengkap lewat akun YouTube-nya pada Minggu (14/7/2019).

Video penjelasan Rius Vernandes berdurasi 21 menit 7 detik.

Dalam video tersebut, Rius menyebutkan penumpang yang duduk di depannya juga mendapatkan daftar menu tulisan tangan yang sama dengan yang dia unggah.

Rius juga menunjukkan seorang pria memegang daftar menu sambil berbincang dengan pramugari.

“Gua lihat penumpang di depan gue dibagiin menu seperti itu, gua bingung kok dibagiin menu seperti itu."
"Jadi buat kalian yang bilang gua ngambil catatan pramugarinya itu salah, gua enggak ngambil, gua enggak maksa, itu dikasih ke semua orang, emang dikasih ke penumpang."

"Penumpang yang lain juga dapat menu yang sama. Tapi menunya itu cuma ada satu yang dicatat. Ketika pramugarinya datang ke bangku kita, kita baru lihat menu yang dicatat itu,” papar Rius dalam video tersebut.

Rius juga menampilkan bagian video yang memperlihatkan seorang pramugari menjelaskan alasan penggunaan daftar menu bertulis tangan tersebut.

“Maaf, untuk menu card nya kita lagi dalam proses percetakan. Jadi saya ada menuliskan,” ujar pramugari dalam video tersebut. “Jelek tulisannya, kak,” sebut pramugari ketika Rius hendak mengabadikan kartu menu tersebut.

Rius Vernandes pun menjelaskan, alasan mengapa ia mencantumkan kalimat 'menunya masih dalam proses percetakan, pak' berdasarkan penjelasan pramugari tersebut.

Sementara itu, penggunaan emoji tepuk jidat alias face palm merujuk pada soal tidak seharusnya daftar menu masih dalam proses pencetakan.

Dengan begini, Rius pun mengklarifikasi, ia tidak bermaksud menyalahkan siapa-siapa.

"Dan gue selalu kasih tanda face palm (tepuk jidat) di insta story itu karena emang enggak seharusnya lagi dalam proses percetakan. Jadi bukan salah pramugarinya, bukan salah siapa-siapa. Karena gua ngerasa itu nggak seharusnya terjadi aja,” ujarnya.

Rius juga menegaskan, ia tidak hanya mendokumentasikan kartu menu Garuda Indonesia yang kebetulan tidak standar ini.

Rius selalu mendokumentasikan kartu menu maskapai lain saat sedang membuat review pesawat.

Hingga artikel ini ditulis pada Rabu (17/7/2019) pukul 15.00 WIB, video Rius yang bertajuk YANG SEBENARNYA TERJADI DI BALIK MENU TULISAN TANGAN GARUDA BUSINESS CLASS telah ditonton lebih dari 601.000 kali.

4. Garuda Indonesia mengeluarkan larangan foto dan video dalam kabin.

Pascaviralnya unggahan Rius Vernandes soal foto daftar menu bertulis tangan, Garuda Indonesia mengeluarkan surat larangan bagi penumpangnya untuk mendokumentasikan kegiatan dalam pesawat.

Surat larangan ini pun sempat viral beredar di Twitter setelah diunggah akun @indoflyer pada Selasa (16/7/2019).

Ada tiga poin yang disampaikan, terkait larangan mendokumentasikan kegiatan selama di dalam pesawat.

Pada poin pertama, penumpang tidak diperbolehkan mendokumentasikan segala bentuk kegiatan di dalam pesawat.

Baik mendokumentasikan berupa foto atau video.

Sejumlah Caleg Gugat Gerindra ke Pengadilan, Andre Rosiade: Partai Menghargai Hak Teman-Teman

4 Orang Pelaku Judi Sabung Ayam di Kurra Toraja Diciduk Polisi

Pada poin kedua, larangan mendokumentasikan kegiatan di dalam pesawat ini akan disampaikan oleh awak kabin dengan bahasa yang assertive.

Larangan tidak akan berlaku bagi penumpang yang sudah mendapatkan izin secara langsung dari perusahaan.

Pada poin ketiga, jika penumpang ada yang melanggar aturan tersebut akan diberikan sanksi.

Tertulis bahwa aturan ini dikeluarkan dan ditandatangi langsung oleh Pjs SM FA Standarization & Development Garuda Indonesia, Evi Oktaviana.

Surat edaran terkait larangan dokumentasi kegiatan di dalam pesawat yang dikeluarkan Garuda Indonesia.
Surat edaran terkait larangan dokumentasi kegiatan di dalam pesawat yang dikeluarkan Garuda Indonesia. (Twitter/@indoflyer)

Terkait beredarnya surat larangan itu, pihak Garuda Indonesia telah memberikan tanggapannya.

Viral di media sosial, akhirnya larangan itu berubah menjadi imbauan.

M. Ikhsan Rosan membantah bahwa imbauan tersebut terkait viralnya kartu menu Garuda Indonesia kelas bisnis yang bertuliskan tangan.

"Enggak (berkaitan dengan kasus kartu menu tulis tangan), ini untuk menjaga privasi penumpang dan keselamatan penerbangan secara umum," kata dia kepada Kompas.com, Selasa (16/7/2019).

Dalam rilis Garuda Indonesia yang diterima TribunTravel.com, Selasa (16/7/2019), disebutkan bahwa surat tersebut merupakan edaran internal perusahaan yang belum final.

Garuda Indonesia kini telah membenahi surat edaran tersebut, dari larangan menjadi imbauan saja untuk penumpang.

Penumpang diimbau untuk tidak mengambil foto dan merekam video di pesawat.

Update Terbaru Gempa Bumi di Halmahera, BNPB Sebut Jumlah Korban Masih Bertambah

"Garuda Indonesia telah menyempurnakan surat edaran dimaksud, yang berisi imbauan agar penumpang menghormati privasi penumpang lain dan awak pesawat yang sedang bertugas," ujar VP Corporate Secretary Garuda Indonesia, M Ikhsan Rosan.

Imbauan dibuat berdasarkan laporan, saran dan masukan penumpang yang merasa tidak nyaman dengan adanya pengambilan gambar, serta kegiatan dokumentasi tanpa izin.

"Imbauan tersebut dimaksudkan untuk memastikan seluruh operasi penerbangan Garuda Indonesia comply dengan aturan dan perundangan-undangan yang berlaku termasuk UU Penerbangan dan UU ITE, dan UU terkait lainnya," imbuhnya.

Traveler yang ingin mengambil gambar dalam pesawat untuk kepentingan pribadi tetap diperbolehkan, selama tidak mengganggu kenyamanan dan merugikan penumpang lain.

5. Rius Vernandes dilaporkan ke polisi.

YouTuber sekaligus travel vlogger Rius Vernandes dipanggil pihak kepolisian.

Hal ini diketahui dari unggahan Rius Vernandes di akun Instagramnya pada Selasa (16/7/2019).

Ia bersama kekasihnya, Elwiana Monica mendapat surat dari polisi.

Menurut Rius Vernandes, surat itu berisi pemanggilan dirinya dan Elwiana Monica atas kasus foto menu yang sempat viral tersebut.

Ia juga menjelaskan, pemanggilan itu dikarenakan keduanya dilaporkan melakukan pencemaran nama baik.

Padahal menurutnya, mereka sama sekali tidak ada maksud untuk mencemarkan nama baik siapapun.

Untuk itu, Rius Vernandes dan Elwiana Monica meminta dukungan semua pihak, terutama para influencer.

Ia juga mengatakan, jika hal ini dibiarkan maka kebebasan para influencer untuk mereview produk jadi terhalangi.

Rius Vernandes juga menyebut kalau dirinya tidak takut dengan pemanggilan tersebut, tapi ia mempertanyakan sikap Garuda Indonesia yang langsung membawa masalah itu ke jalur hukum.

Hal itu ia sampaikan sambil menyertakan dua amplop cokelat berisi nama keduanya.

Ini yang ia tulis dalam caption unggahannya:

"Guys, gw sama elwi dapat panggilan dari polisi mengenai masalah ini.

Kami di laporkan atas dugaan melakukan tindak pidana pencemaran nama baik.

Gw yakin kalian tau kalau gw TIDAK ADA maksud sama sekali untuk mencemarkan nama baik siapapun. ⁣

Gw sangat minta support kalian soal ini. Semua nya. Siapa pun. Kalian semua punya suara. Terutama teman2 influencer.

Gw harap kalian bisa bantu share dan support gw dalam masalah ini karena gw gak mau di masa depan ketika kita review sesuatu dengan apa adanya, ketika kita memberikan kritisi yang membangun, kita bisa di pidana. ⁣

Gw akan menghormati segala peraturan hukum yang ada dan akan menjalani semua ini.

Gw sama sekali tidak merasa mencemarkan nama baik. Gw tidak takut.

Tapi tidak ada kah cara yang lebih kekeluargaan dalam menyelesaikan masalah ini?"

(TribunPalu.com/TribunnewsBogor.com/TribunTravel.com/Kompas.com)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved