Breaking News:

32 Pengedar Sabu di Donggala Dibekuk Polisi, Kapolres: Sumber Narkoba dari Tatanga dan Kayumalue

Polres Donggala berhasil mengamankan sebanyak 32 terduga pengedar narkoba jenis sabu-sabu selama periode Januari sampai Agustus 2019.

TRIBUNPALU.COM/Muhakir Tamrin
Polres Donggala merilis tersangka dan barang bukti kasus narkoba jenis sabu-sabu, Jumat (9/8/2019) siang. 

TRIBUNPALU.COM, DONGGALA -- Kepolisian Resor Donggala berhasil mengamankan sebanyak 32 terduga pengedar narkoba jenis sabu-sabu selama periode Januari sampai Agustus 2019.

Semua terduga pelaku tersebut ditangkap di wilayah hukum Polres Donggala saat menjual sabu-sabu.

Mereka juga merupakan warga pemilik KTP domisili Kabupaten Donggala.

"Dengan total barang bukti yang berhasil diamankan sekitar 150 gram," jelas Kapolres Donggala AKBP Stanislaus Ferdinand, Jumat (9/8/2019) siang.

Polres Donggala merilis tersangka dan barang bukti kasus narkoba jenis sabu-sabu, Jumat (9/8/2019) siang.
Polres Donggala merilis tersangka dan barang bukti kasus narkoba jenis sabu-sabu, Jumat (9/8/2019) siang. (TRIBUNPALU.COM/Muhakir Tamrin)

Polres Donggala Bekuk 5 Tersangka Pelaku Kasus Curanmor, 10 Unit Sepeda Motor Jadi Barang Bukti

Baling-baling Helikopter yang Padamkan Kebakaran di Pontianak Terlilit Layang-layang Warga

Waspada! Tiga Tipe Calon Menantu Ini akan Ditenggelamkan oleh Susi Pudjiastuti

Selain itu, Polres Donggala juga menyita uang tunai sebanyak Rp13 juta, yang diduga merupakan hasil penjualan narkoba jenis sabu-sabu.

Ferdinand, sapaannya mengatakan, berdasarkan keterangan terduga pelaku narkoba jenis sabu-sabu itu bersumber dari Kota Palu.

Tepatnya dari Kelurahan Tavanjuka di Kecamatan Tatanga, serta Kelurahan Kayumalue di Kecamatan Tawaeli.

"Kita sudah berkoordinasi dengan pihak Polres Palu," jelasnya.

Saat ini, kata Ferdinand, pihaknya masih terus melakukan pengembangan.

Sebab, peredaran narkoba jenis sabu-sabu di Kabupaten Donggala, khusus di ibu kota kabupaten, sudah merambah berbagai kalangan.

"Pembelinya sudah sampai anak sekolah, usia 17 tahun ke atas," terangnya.

Atas perbuatannya, terduga pelaku dijerat pasal 114 ayat 1 Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009, dengan ancaman hukuman paling lama 20 tahun dan denda paling banyak Rp10 miliar.

Serta Pasal 112 Ayat 1 Undang-undang nomor 35 tahun 2009, dengan ancaman hukuman 12 tahun dan denda Rp8 miliar.

(TribunPalu.com/Muhakir Tamrin)

Penulis: Haqir Muhakir
Editor: Rizkianingtyas Tiarasari
Sumber: Tribun Palu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved