Pemerintah Sri Lanka Bakal Selidiki Kasus Gajah Kurus Tikiri yang Dipaksa Ikut Parade

Pemerintah Sri Lanka telah memerintahkan untuk digelarnya penyelidikan terkait gajah kurus Tikiri yang dipaksa ikut dalam parade festival Buddha.

Pemerintah Sri Lanka Bakal Selidiki Kasus Gajah Kurus Tikiri yang Dipaksa Ikut Parade
Save Elephant Foundation
Sebuah potret menyedihkan menunjukkan seekor gajah betina berusia 70 tahun dengan kondisi fisik yang sangat memprihatinkan jadi viral di media sosial. 

TRIBUNPALU.COM - Pemerintah Sri Lanka telah memerintahkan untuk digelarnya penyelidikan terkait gajah kurus berusia 70 tahun yang masih dipaksa ikut dalam parade festival Buddha.

Menteri Pariwisata dan Margasatwa John Amaratunga mengatakan pihaknya telah memerintahkan kepada otoritas satwa liar untuk menggelar penyelidikan tentang bagaimana gajah Tikiri sampai dipaksa mengikuti parade saat sedang sakit.

"Saya telah diberi tahu kemarin bahwa gajah itu telah ambruk," kata Amaratunga dalam pernyataannya, Jumat (16/8/2019).

"Mempertimbangkan apa yang terjadi, saya telah memerintahkan para pejabat untuk melakukan penyelidikan dan memastikan bagaimana dan mengapa seekor gajah yang sedang sakit digunakan dalam perehara (kontes). Saya juga telah memerintahkan agar diambil tindakan yang diperlukan terhadap mereka yang bertanggung jawab," lanjut sang Menteri.

Viral Gajah Kurus Sri Lanka, Dipaksa Berparade 10 Hari, Sempat Ditutupi Kostum hingga Muncul Petisi

Djiauw Kie Siong, Petani di Rengasdengklok yang Rumahnya Disinggahi Ir. Soekarno Jelang Proklamasi

Tanggapan Mabes Polri Soal Anggota Polisi yang Terbakar dalam Aksi Unjuk Rasa di Cianjur

Amaratunga menambahkan, pihak kementerian telah menginstruksikan kepada otoritas satwa liar untuk memastikan insiden serupa tidak kembali terjadi di kemudian hari.

Sekitar 200 ekor gajah yang ditempatkan di penangkaran telah secara rutin diikutsertakan dalam festival kuil Buddha, termasuk saat festival Esala di Kandy, pada awal pekan ini.

Dalam festival, hewan-hewan raksasa itu dipakaikan kostum yang rumit dan diarak keliling kota.

Pelaksanaan festival itu menuai kecaman setelah terungkap bahwa ada seekor gajah tua dan kurus yang diikutkan dalam arak-arakan, dengan kostum digunakan untuk menutupi kondisi kesehatannya.

Setelah menuai protes di media sosial, Kuil Tooth, selaku pihak penyelenggara festival Esala di Kandy, mengatakan bahwa Tikiri bukan gajah kuil dan telah menarik gajah itu dari puncak festival pada Rabu (14/8/2019).

Pakar gajah Asia, Jayantha Jayewardene, menggambarkan, perlakuan terhadap gajah itu sangat tidak pantas.

Halaman
12
Editor: Rizkianingtyas Tiarasari
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved