Palu Hari Ini
Palu Hari Ini: Sulteng Bergerak Minta Penyusunan Ranperda RTRW Sulteng Dihentikan
Koordinator Sulteng Bergerak menyampaikan penyusunan rancangan peraturan daerah terkait Rencana Tata Ruang Wilayah Sulawesi Tengah harus dihentikan.
TRIBUNPALU.COM, PALU - Koordinator Sulteng Bergerak, Adriansa Manu menyampaikan penyusunan rancangan peraturan daerah terkait Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Provinsi Sulawesi Tengah harus dihentikan.
"Ranperda RTRW tersebut tidak layak menjadi instrumen perencanaan pembangunan pascabencana di Sulawesi Tengah," tegas Adriansa, Selasa (20/8/2019).
Sebab kata dia, dalam struktur dan pola ruang tidak ada strategi dan kebijakan penanggulangan bencana ditemukan.
"Kami sangat menyayangkan penyusunan RTRW Sulawesi Tengah yang abai dengan mitigasi bencana," ujar dia.
• Palu Hari Ini: Beginilah Upaya Emak-emak di Parigi Moutong agar Raih Adipura Tahun 2020
"Jangan sampai RTRW ini akan menjadi mesin pembunuh di masa yang akan datang," tambahnya.
Adriansa menegaskan pemerintah harusnya berkaca dari kejadian sebelumnya.
Dimana fenomena alam menjadi mala petaka karena kebijakan RTRW Sulteng sama sekali tidak mempertimbangkan risiko bencana.
"Kami mengingatkan kepada pemerintah untuk benar-benar mempertimbangkan risiko bencana dalam penyusunan aturan terkait dengan RTRW Sulawesi Tengah," katanya.
• Palu Hari Ini: 130 Pelaku Usaha di Palu, Sigi dan Donggala Ikut Bimtek WUB IKM
Sebelum penyusunan tata ruang wilayah, menurut Ardiansa, pemerintah harus menyiapkan kajian resiko bencana terlebih dulu yang disusun berdasarkan kajian ilmiah.
Termasuk membuat dokumen perencanaan penanggulangan resiko bencana hingga rencana kontijensi.
Agar kedepan, pemerintah dan instansi terkait benar-benar siap menghadapi fenomena alam yang sewaktu-waktu terjadi kembali.
Dengan begitu, kebijakan tersebut dapat meminimalisir jatuhnya korban.
• Palu Hari ini: Kapolda Sulteng Minta Kapolres Donggala dan Morut yang Baru Secepatnya Beradaptasi
Termasuk kesiapsiagaan yang matang dalam menghadapi bencana alam di masa yang akan datang.
"Kita bukan ingin menakut-nakuti, tetapi Sulteng ini memang miliki riwayat bencana geologi yang sewaktu-waktu bisa terjadi kembali," ungkapnya. (Tribunpalu.com/Abdul Humul Faaiz)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/koordinator-sulteng-bergerak-ardiansa-manu-dok-pribadi.jpg)