Terkini Nasional

Pengamat Sebut RUKHP Bisa Pidanakan Relawan Pencegah HIV/AIDS

Pasal yang dimaksud, yaitu Pasal 414-415 RKUHP terkait pertunjukkan alat pencegah kehamilan dan alat pengguguran kandungan.

Pengamat Sebut RUKHP Bisa Pidanakan Relawan Pencegah HIV/AIDS
Warta Kota/Alex Suban
Aliansi Masyarakat untuk Keadilan Demokrasi berunjuk rasa menolak pengesahan tahap I Rancangan Kitab Undang-undang Hukum Pidana (RKUHP) di depan Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (16/9/2019). 

TRIBUNPALU.COM - Pakar hukum pidana Universitas Trisakti Abdul Fickar Hadjar menilai, terdapat pasal yang kontraproduktif dengan upaya penanggulangan Aids/HIV (Human Immunodeficiency Virus) dalam Revisi Kitab Undang-Undang Hukum Pidana ( RKUHP).

Pasal yang dimaksud, yaitu Pasal 414-415 RKUHP terkait pertunjukkan alat pencegah kehamilan dan alat pengguguran kandungan.

"Kontraproduktif dengan upaya penanggulangan HIV. Pertunjukan kondom adalah cara paling efektif pencegah penyebaran HIV," kata Fickar ketika dihubungi Kompas.com, Kamis (19/7/2019).

Apalagi, tindakan tersebut juga sudah tak dikategorikan sebagai sebuah tindak pidana oleh Badan Pembinaan Hukum Nasional (BPHN) pada tahun 1995.

Revisi UU KPK Disahkan, Mahfud MD Imbau Pihak yang Tak Puas untuk Ambil Jalur Hukum

Pascapengesahan Revisi UU KPK, Laode M Syarif Ungkap Kondisi Internal: Banyak yang Menangis

Pasal 414 RKUHP sendiri melarang memperlihatkan, menawarkan, atau menyiarkan tulisan mengenai alat kontrasepsi kepada anak.

"Setiap orang yang secara terang-terangan mempertunjukkan, menawarkan, menyiarkan tulisan, atau menunjukkan untuk dapat memperoleh alat pencegah kehamilan kepada anak dipidana dengan pidana denda paling banyak Kategori I," seperti dikutip dari draf RKUHP.

Kemudian, di Pasal 416 ayat (1), disebutkan bahwa tindakan tersebut tidak dipidana apabila dilakukan oleh petugas berwenang dalam rangka pelaksanaan keluarga berencana, pendidikan, atau penyuluhan kesehatan.

Pada Pasal 416 ayat (3), dituliskan bahwa petugas berwenang termasuk relawan yang ditugaskan pejabat terkait.

Berikutnya, Pasal 415 RKUHP tertulis bahwa "setiap orang yang tanpa hak secara terang-terangan mempertunjukkan suatu alat untuk menggugurkan kandungan, menawarkan, menyiarkan tulisan, atau menunjukkan untuk dapat memperoleh alat untuk menggugurkan kandungan dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) bulan atau pidana denda paling banyak Kategori II".

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Jika RKUHP Disahkan, Relawan Pencegahan Aids/HIV Bisa Dipidana", 

Editor: Bobby Wiratama
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved