Kabut Asap Pekat Gelapkan Suasana Siang Hari di Jambi, Warga Nyalakan Lampu dan Kipas Angin

Tebalnya kabut asap karhutla, membuat sejumlah wilayah di Provinsi Jambi mengalami suasana gelap saat siang hari.

Kabut Asap Pekat Gelapkan Suasana Siang Hari di Jambi, Warga Nyalakan Lampu dan Kipas Angin
Facebook: Qha Caslley
Kondisi Jambi berwarna merah pada Sabtu (21/9/2019) pukul 12.53 WIB. 

TRIBUNPALU.COM - Saat siang hari, suasana Desa Puding, Pulau Mentaro, Betung, dan Pematang Raman, Kecamatan Kumpeh Ilir, Kabupaten Muarojambi gelap seperti jelang malam, karena tebalnya kabut asap.

Dilansir Tribun Jambi, warga terpaksa harus menyalakan lampu kendaraan dan rumah karena cahaya matahari tak mampu menembus tebalnya kabut asap.

Asap pekat tersebut disebabkan kebakaran hutan lahan di Kabupaten Muarojambi.

"Jam 12.00 siang tadi mulai gelap nian, seperti tengah malam, lampu rumah-rumah sampai dihidupkan," kata Dedy Wahyuni, warga Desa Betung, Sabtu (22/9/2019)

Kondisi Jambi berwarna merah pada Sabtu (21/9/2019) pukul 12.53 WIB.
Kondisi Jambi berwarna merah pada Sabtu (21/9/2019) pukul 12.53 WIB. (Facebook: Qha Caslley)

Warga sangat khawatir kebakaran lahan mendekat ke permukiman.

Selain itu kabut asap semakin pekat, ditakutkan bisa mengganggu kesehatan masyarakat.

Bukan hanya di Kumpeh Ilir, kondisi serupa juga terjadi Kumpeh Ulu.

Pengurus PC PMII Cabang Kota Jambi, Deno Agustrianto yang ikut memadamkan api mengatakan kondisi di Desa Pudin, Kumpeh Uli sangat parah.

"Kami ikut memadamkan api di Desa Puding, Kumpeh Ulu, kondisinya sangat parah, persis seperti tengah malam, sangat parah," kata Deno.

Ia menjelaskan di sekitar lokasi, tercatat ada lebih dari 30 titik api yang harus dipadamkan.

Halaman
123
Editor: Rizkianingtyas Tiarasari
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved