Bisnis dan Ekonomi

Lion Parcel Sebut Efek Karhutla Sebabkan Pengiriman Menurun hingga 15%

Chief Commercial Officer Lion Parcel, Victor Ary Subekti mengatakan, sampai Jumat (20/9/2019) pihaknya masih menghitung jumlah dan nilai kerugian

Lion Parcel Sebut Efek Karhutla Sebabkan Pengiriman Menurun hingga 15%
KOMPAS.com/MURTI ALI LINGGA
Gedung Lion Parcel dibawah naungan PT Lion Express di kawasan Kedoya, Jakarta Barat, Selasa (15/1/2019) 

TRIBUNPALU.COM - PT Lion Parcel, unit bisnis Lion Group yang bergerak di jasa pengiriman barang dan dokumen mengakui adanya penurunan volume dan keterlambatan pengiriman barang di wilayah yang terdampak kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera dan Kalimantan.

Chief Commercial Officer Lion Parcel, Victor Ary Subekti mengatakan, sampai Jumat (20/9/2019) pihaknya masih menghitung jumlah dan nilai kerugian yang diakibatkan oleh kabut asap Karhutla.

"Kami telah melakukan langkah antisipasi dengan menginformasikan ke segenap pelanggan kami mengenai SDN atau Service Delay Notification akibat kabut asap. Kami sampaikan adanya penjadwalan ulang dan penundaan penerbangan dari dan ke area yang terkena imbas," ungkap Victor kepada Kontan, Jumat (20/9).

6 Fakta dan Penjelasan Ilmiah Seputar Fenomena Langit Merah di Jambi Akibat Kabut Asap Karhutla

Victor melanjutkan, penundaan pengantaran barang juga dilakukan atas dasar keselamatan pegawai dan perusahaan memproyeksikan penurunan volume pengiriman terjadi sekitar 10-15% dibandingkan dengan bulan lalu di wilayah yang terkena kabut asap.

Namun, mengingat empat bulan terakhir 2019 dianggap sebagai masa peak season, volume pengiriman secara nasional diakui tetap meningkat 15%-20% dibandingkan bulan lalu.

Sebagai catatan, pada Juli lalu, Lion Parcel memaparkan target volume pengiriman dapat meningkat 15%- 20% di sisa semester II 2019 dengan adanya momen Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas).

"Kami belum bisa informasikan nilainya, namun memang ada penurunan volume pengiriman dari bulan lalu di lokasi yang terdampak kabut asap. Namun secara volume nasional, tetap ada peningkatan," ujarnya.

Penundaan pengiriman barang dari Jakarta atau via Jakarta, untuk transit dari Indonesia Tengah atau Timut, ke Wilayah yg terkena kabut asap seperti, Pekanbaru, Jambi, Bengkulu, Padang (sebagian), Sampit, Berau dan beberapa kota di Kalimantan Tengah, terjadi sekitar 3x24 jam.

"Frekuensi penerbangan Lion Group tetap dijalankan meskipun penundaan penerbangan terjadi, nah barang kargo pun tetap berangkat dan masuk. Jadi memang hanya penundaan pengantaran saja yang terjadi," lanjut Victor.

Untuk menanggulangi keluhan, pihaknya memanfaatkan whatsapp chat dengan customer service yang dapat direspon secara langsung guna mengetahui posisi barang yang dikirimkan. Victor berkata selama pengiriman barang disertai debgab nomor hhandphone pengirim dan penerima, maka kedua pihak akan mendapatkan SMS Alert.

"Jadi untuk imbas delay karena kabut asap, tidak membuat kami pusing dan hampir tidak ada yang mengeluh," tutup Victor.

Artikel ini sudah ditayangkan di Kontan dengan judul Lion Parcel: Pengiriman menurun 15% akibat kabut asap Karhutla

Editor: Bobby Wiratama
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved