Kronologi Kerusuhan di Papua, 4 Orang di Jayapura dan 17 Orang di Wamena Meninggal Dunia

Kerusuhan kembali pecah di tanah Papua. Di Wamena, 17 warga sipil meninggal dunia dan 66 lainnya mengalami luka-luka.

Kronologi Kerusuhan di Papua, 4 Orang di Jayapura dan 17 Orang di Wamena Meninggal Dunia
Twitter/@antilalat
Suasana kerusuhan di Wamena, Papua pada Senin (23/9/2019) lalu. 

TRIBUNPALU.COM - Kerusuhan kembali pecah di tanah Papua.

Di Wamena, 17 warga sipil meninggal dunia dan 66 lainnya mengalami luka-luka.

Dikutip dari BBC, Selasa (25/9/2019), jumlah tersebut masih mungkin bertambah.

Pasalnya, pihak Kodim Jayawijaya akan kembali melakukan pencarian korban pada Selasa (24/9/2019) hari ini.

Komandan Kodim Jayawijaya, Letkol Infantri Candra Dianto mengatakan, dari korban meninggal dunia yang sudah diidentifikasi, satu orang merupakan masyarakat setempat.

Sementara selebihnya merupakan masyarakat pendatang yang saat ini berada di RSUD Wamena.

Pasukan Brimob tengah berjaga di depan Uncen yang tengah diduduki oleh Aliansi Mahasiswa Papua, Kota Jayapura, Papua, Senin (23/9/2019).
Pasukan Brimob tengah berjaga di depan Uncen yang tengah diduduki oleh Aliansi Mahasiswa Papua, Kota Jayapura, Papua, Senin (23/9/2019). (KOMPAS.COM/DHIAS SUWANDI)

"Besok kita akan lanjutkan pencarian korban karena ada beberapa ruko dan rumah yang hangus terbakar yang belum lakukan pemeriksaan. Sehingga besok kita akan maksimalkan dan malam ini juga akan melaksanakan patroli gabungan," kata Letkol Infantri Candra Dianto dalam keterangan tertulis seperti dilansir BBC.

Tokoh gereja di Wamena, Yohannes Djonga, sebelumnya mengatakan bahwa aksi pembakaran berlangsung di kantor bupati, kantor PLN, dan sejumlah ruko.

Update Kerusuhan Wamena: 21 Orang Tewas, Ribuan Warga Mengungsi, Akses Internet Dibatasi

Respons Kerusuhan di Wamena, Presiden Jokowi Imbau Warga Agar Waspadai Hoaks

Kantor Bupati Jayawijaya Dibakar Massa dalam Kerusuhan di Wamena Papua

"Jadi tadi kantor bagian keuangan di kantor bupati dibakar, PLN juga dibakar. Dan beberapa kios kecil di pinggir rumah jalan, itu dibakar," kata Yohannes Djonga.

Yohannes Djonga mengatakan aksi ini dipicu oleh pernyataan rasial dari seorang guru kepada seorang siswa di SMA PGRI, Sabtu (21/09/2019).

Halaman
1234
Editor: Rizkianingtyas Tiarasari
Sumber: TribunnewsWiki
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved