Palu Hari Ini

Tak Hanya Mahasiswa, Sejumlah Pelajar Juga Ikut Aksi Demonstrasi di Kota Palu

Ribuan mahasiswa dari Universitas Tadulako (Untad) Palu melakukan aksi demonstrasi, Selasa (1/10/2019) hari ini.

Tak Hanya Mahasiswa, Sejumlah Pelajar Juga Ikut Aksi Demonstrasi di Kota Palu
Tribunpalu.com/Abdul Humul Faaiz
Tampak para pelajar di Palu juga ikut demonstrasi, Selasa (1/10/2019). 

TRIBUNPALU.COM, PALU - Ribuan mahasiswa dari Universitas Tadulako (Untad) Palu melakukan aksi demonstrasi, Selasa (1/10/2019) hari ini.

Aksi ribuan mahasiswa ini merupakan lanjutan dari aksi pada 25 September 2019 kemarin yang sempat terjadi kericuhan.

Dalam aksi kali ini, mereka meminta agar oknum kepolisian yang melakukan aksi represif terhadap mahasiswa segera dihukum.

Namun, dari pantauan Tribunpalu.com, bukan hanya mahasiswa, sejumlah pelajar SMA juga terlihat mengikuti aksi demonstrasi.

Para pelajar mulai berdatangan sejak pukul 12.00 WITA.

Massa pelajar lalu bergabung dengan rombongan mahasiswa yang sudah bersiap.

Tampak para pelajar di Palu juga ikut demonstrasi, Selasa (1/10/2019).
Tampak para pelajar di Palu juga ikut demonstrasi, Selasa (1/10/2019). (Tribunpalu.com/Abdul Humul Faaiz)
ampak para pelajar di Palu juga ikut demonstrasi, Selasa (1/10/2019).
ampak para pelajar di Palu juga ikut demonstrasi, Selasa (1/10/2019). (Tribunpalu.com/Abdul Humul Faaiz)

Kepanasan, Demonstran di DPRD Palu: Pak Mana Water Cannon, Kita Panas

Polisi Serentak Jadi Inspektur Upacara Bendera di Sekolah, Imbau Pelajar Tidak Ikut Demo

6 Mahasiswi Demo dengan Poster Zinahi Saja Aku, Jangan Zinahi Negaraku Dijatuhi Sanksi dari Kampus

Di Kota Palu, Puluhan Pelajar SMK Diamankan Sebelum Melakukan Aksi Demonstrasi di Depan Gedung DPRD

Satu persatu mereka membentangkan tulisan "Sahkan Rancangan UU PKS" dan "Tuntutan 11, Mendesak Kepada Pemerintah untuk Memberi Kepastian Kepada Korban Bencana Alam Sulteng."

Selama aksi, orator menyuarakan tuntutan mereka.

Mereka menuntut RUU Penghapusan Kekerasan Seksual (PKS) segera disahkan hingga menghentikan tindakan represif oleh aparat.

Salah satu pesrta aksi pelajar, Angga, mengaku mengikuti aksi karena tergerak setelah melihat unggahan di media sosial.

"Saya karena keinginan sendiri, tergerak setelah lihat di Facebook, undang-undangnya aneh, masak suami perkosa istri, belum lagi ayam masuk pekarangan didenda Rp 10 juta," ujar siswa kelas 2 SMA itu.

Saat ini, massa aksi sudah membubarkan diri setelah ditemui oleh lima orang perwakilan anggota DPRD.

Beruntung aksi demonstrasi hari ini berjalan aman dan kondusif di bawah pengawalan aparat kepolisian.

(Tribunpalu.com/Abdul Humul Faaiz)

Penulis: Faiz Sengka
Editor: Rizkianingtyas Tiarasari
Sumber: Tribun Palu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved