Pelaku Penyiraman Air Keras terhadap Penyidik KPK Novel Baswedan Tak Kunjung Ditemukan

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyinggung soal tidak kunjung terungkapnya kasus penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan.

Pelaku Penyiraman Air Keras terhadap Penyidik KPK Novel Baswedan Tak Kunjung Ditemukan
Kompas.com/Garry Andrew Lotulung
Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan. 

TRIBUNPALU.COM - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyinggung soal tidak kunjung terungkapnya kasus penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan.

905 hari sudah pelaku penyerangan terhadap penyidik KPK tersebut berkeliaran sejak peristiwa terjadi pada 11 April 2017.

"Sampai saat ini, kita ketahui pelaku penyerangan Novel belum ditemukan," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah kepada wartawan, Kamis (3/10/2019).

KPK pun mengingatkan tenggat waktu 3 bulan yang diberikan Presiden Joko Widodo kepada Tim Teknis Polri untuk dapat segera mengungkap penyerang Novel Baswedan.

Saat itu, Jokowi memerintahkan Tim Teknis Polri yang dikomandoi Kepala Bareskrim Komisaris Jenderal Idham Azis agar segera menuntaskan kasus Novel pada 19 Juli 2019,

Sehingga, waktu tiga bulan yang diberikan Jokowi kepada Tim Teknis Polri sudah hampir habis.

Fakta Hengkangnya Pepsi dari Indonesia: KFC dan Pizza Hut Cari Pengganti, Warganet Juga Tak Rela

Pria Korea Selatan Akui Lakukan 14 Pembunuhan dan Pemerkosaan yang Terjadi Lebih dari 30 Tahun Lalu

Sempat Viral karena Tertidur Saat Rapat, Ini Penjelasan Anggota DPR Lora Achmad Fadil Muzakki Syah

Mengenal Jimmy Demianus Ijie, Anggota DPR yang Menangis Saat Interupsi Soal Papua di Paripurna MPR

Usai Bantu Mahasiswa, Awkarin Ikut Padamkan Karhutla, Aksi Keren Berbaju Damkar Tuai Pujian Warganet

"KPK tentu tetap berharap Polri yang telah diberikan tugas oleh Presiden dapat memproses pelaku teror atau penyerangan tersebut dan segera menemukan pelakunya," ujar Febri.

Tidak hanya pelaku lapangan, KPK juga meminta aktor intelektual yang menyusun rencana hingga memerintahkan tindakan penyiraman air keras pada Novel dapat diungkap.

"Proses hukum pada penyerangan terhadap penegakan hukum yang bertugas merupakan keniscayaan yang harus dilakukan," kata dia.

"KPK memandang serangan terhadap Novel bukanlah serangan terhadap pribadi, melainkan serangan terhadap kerja pemberantasan korupsi yang dilakukan KPK," tambah Febri.

(Tribunnews.com, Ilham Rian Pratama)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Penyiram Air Keras Terhadap Penyidik KPK Novel Baswedan Hingga Kini Belum Tertangkap

Editor: Rizkianingtyas Tiarasari
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved