MotoGP

Warga Lombok yang Permasalahkan Lahan Sirkuit Mandalika untuk MotoGP Mulai Buka Pagar Boikot

Sebagai perwakilan masyarakat, Alus menyampaikan, tidak ada niat warga menghalau atau tidak mendukung pemerintah untuk mengembangkan sirkuit MotoGP.

Warga Lombok yang Permasalahkan Lahan Sirkuit Mandalika untuk MotoGP Mulai Buka Pagar Boikot
KOMPAS.com/IDHAM KHALID
Puluhan warga Dusun Ujung Lauk, Desa Kuta, Lombok Tengah, mendatangi Kantor Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) 

TRIBUNPALU.COM - Warga Dusun Ujung Lauk, Desa Kuta, Lombok Tengah telah membuka pagar yang dipasang sebelumnya di area sirkuit MotoGP sehingga membuat pengerjaan sirkuit sedikit tersendat.

Alus Damiaha selaku anggota Badan Pemusyawaratan Desa (BPD) Desa Kuta menyebutkan, pemagaran yang dilakukan oleh warga pada Senin (30/9/2019) lalu telah dibuka masyarakat karena mendapat pertanggung jawaban dari pihak Pemda Lombok Tengah yang akan menangani persoalan lahan.

“Benar warga sudah membuka pagar di area Sirkuit MotoGP, warga yang membuka sendiri pagarnya, karena sudah mendengar arahan mediasi dengan pihak Pemda, bahwa persoalan lahan Pemda sanggup untuk bertanggung jawab,” ungkap Alus dikonfiramasi, Sabtu (5/10/2019).

Alus menyebutkan, pada saat pertemuan pada Kamis di Kantor Bupati Lombok Tengah, masyarakat telah melakukan musyawarah yang disampaikan langsung oleh Bupati Suhaili Fadil Tahir.

Jadwal Semifinal Indonesia Masters 2019 - Ada Derby Tanah Air di Sektor Ganda Campuran

Marc Marquez Sebut Kecelakaan yang Dialaminya Saat Latihan di MotoGP Thailand Tak Fatal

“Kemarin kamis yang menemui kami itu ada pak bupati, Sekda, dan mereka sudah bertanggung jawab terhadap persoalan lahan ini,” ungkap Alus.

Sebagai perwakilan masyarakat, Alus menyampaikan, tidak ada niat warga menghalau atau tidak mendukung pemerintah untuk mengembangkan sirkuit MotoGP.

Namun, warga berharap jangan sampai terlalu cepat mengambil tindakan secara hukum.

“Saya mewakili atas nama masyarakat, perlu digaris bawahi, bahwa tidak ada niatan masyarakat untuk menolak pembangunan sirkuit, tapi jangan sedikit-sedikit diselesaikan secara hukum, padahal kita bisa selesaikan secara musyawarah,” tegas Alus.

Sebelumnya Pihak ITDC sebagai pengelola menilai, masyarakat telah melakukan penghentian sepihak.

Saat dikonfirmasi, Corporate Secretary ITDC Miranti N Rendranti menyampaikan beberapa poin mengenai tindakan warga tersebut.

Halaman
12
Editor: Bobby Wiratama
Sumber: BolaSport.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved