Liga 1 2019
Banyak Laga Berpotensi Ditunda, Persib Badnung Buka Peluang Pindah Kandang
Pelatih fisik Persib Yaya Sunarya, menyebut tidak menutup kemungkinan bagi Persib untuk pindah kandang, bila memang ada potensi penundaan lagi
TRIBUNPALU.COM - Dua laga kandang Persib Bandung pada Oktober 2019 terancam mengalami penundaan.
Klub berjulukan Maung Bandung itu dijadwalkan menjamu Persebaya Surabaya pada 19 Oktober (pekan ke-23), dan Persija Jakarta pada 28 Oktober (pekan ke-25).
Selain karena tensi dua laga tersebut yang terbilang tinggi, potensi penundaan juga disebabkan situasi keamanan dan politik di Bandung yang belum kondusif.
Dalam beberapa hari terakhir, marak aksi massa yang dilakukan aliansi mahasiswa di Bandung untuk menolak RUU KUHP dan RUU KPK.
Dari dua laga tersebut, partai Persib vs Persebaya paling berpotensi ditunda.
Sebab pertandingan akan berlangsung tepat satu hari sebelum pelantikan Presiden Republik Indonesia.
Sebelumnya, laga kandang Persib menghadapi Arema FC sempat mengalami penundaan lantaran situasi di Bandung yang kurang kondusif karena maraknya aksi massa tersebut.
Laga tersebut seharusnya digelar pada 28 September, di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung.
Tidak hanya laga Persib vs Arema, beberapa pertandingan lain seperti duel Persija Jakarta vs Borneo, Persebaya vs Borneo FC, hingga PSIS vs Bali United juga mengalami penundaan.
Hal tersebut dikarenakan aksi massa tidak hanya terjadi di Bandung, melainkan juga berlangsung di beberapa wilayah seperti Jakarta, Makassar, Solo, Semarang, Medan, dan beberapa kota lainnya di Indonesia.
Pelatih Persib, Robert Rene Alberts, angkat bicara soal banyaknya laga di Liga Indonesia yang mengalami penundaan.
Robert tidak mengerti dengan situasi sepak bola Indonesia, karena di negara lain, pertandingan sepak bola tetap digelar meski agenda kenegaraan juga berlangsung.
"Saya tidak tahu tentang situasi politik di negeri ini, tetapi saya fokus dalam sepak bola, dan apapun konsekuensi yang menimpa sepak bola, kami harus menerima itu," sambung dia.
Dengan situasi tersebut, Robert bukannya mau menyalahkan pihak pengaman.
Menurut Robert, masalah banyaknya laga yang ditunda karena alasan keamanan seharusnya menjadi pengingat bagi semua pihak dalam sepak bola Indonesia, termasuk suporter, untuk segera berbenah.