Tongkat Komando Badan Koordinasi HMI Sulteng Resmi Berpindah Tangan

Mulai Rabu (9/10/2019), kepengurusan yang dipimpin Muhammad Rafiq, resmi memegang tongkat komando tersebut sampai tahun 2020 mendatang.

Tongkat Komando Badan Koordinasi HMI Sulteng Resmi Berpindah Tangan
TRIBUNPALU.COM/Muhakir Tamrin
Pelantikan Pengurus Badko HMI Sulteng, yang dipimpin Muhammad Rafiq, Selasa (8/10/2019) malam. 

TRIBUNPALU.COM, PALU - Tongkat Komando Badan Koordinasi (Badko) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Sulawesi Tengah resmi berpindah tangan, Selasa (8/10/2019) malam.

Mulai Rabu (9/10/2019), kepengurusan yang dipimpin Muhammad Rafiq, resmi memegang tongkat komando tersebut sampai tahun 2020 mendatang.

Ketua Bidang Pembinaan Aparatur Organisasi Pengurus Besar HMI, Arimin, mewakili Ketua Umum PB HMI melantik Muhammad Rafiq berserta pengurusnya.

Proses pelantikan berlangsung khidmat, dilengkapi dengan sumpah janji yang diucapkan pengurus baru.

"Dengan berakhirnya pembacaan sumpah dan surat keputusan ini, kami dari pengurus besar menyatakan sah jadi pengurus Badko HMI Sulteng periode 2019-2020," kata Arimin, saat melantik.

Prakiraan Cuaca Kota Palu Pertengahan Pekan, Kamis Besok dan Jumat Lusa, 10-11 Oktober 2019

Usai dilantik sebagai Ketua Badko HMI Sulteng periode 2019-2020, Muhammad Rafiq, memberikan pidato dan pandangannya terkait peran kader HMI dalam menghadapi tantangan zaman.

Sekaligus membuktikan peran kader HMI untuk mencapai Indonesia emas, seperti tema pelantikan tersebut yakni Sulteng untuk Indonesia Emas.

Untuk Provinsi Sulawesi Tengah sendiri kata Rafiq, setahun lalu baru saja dilanda musibah bencana besar, yang memakan korban jiwa dan menghambat pembangunan.

Menurutnya, di situlah peran kader HMI, yakni mendorong pemerintah segera menyelesaikan masalah sekaligus mempercepat penanggulangan bencana yang terjadi di Kota Palu, Sigi, dan DOnggala.

"Misalnya pemulihan dampak bencana, HMI harus pro aktif bagaimana mendorong pemerintah untuk percepatan pemulihan, misalnya HMI turun langsung untuk membantu pemulihan perekonomian penyintas," kata Rafiq.

Selain itu kata Rafiq, kader HMI juga harus pro aktif untuk mendorong percepatan pembangunan kembali infrastruktur yang rusak akibat bencana.

"Inilah yang menjadi pekerjaan rumah kader HMI ke depan, sehingga Sulteng berkontribusi dalam mewujudkan Indonesia emas" ungkap Rafiq.

(TribunPalu.com/Muhakir Tamrin)

Penulis: Haqir Muhakir
Editor: Imam Saputro
Sumber: Tribun Palu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved